BerandaInspirasiNasehatHikmah: Orang Yang Bertakwa Adalah Orang Yang Mulia

Hikmah: Orang Yang Bertakwa Adalah Orang Yang Mulia

spot_img

KABARLAH.COM – Allah ﷻ berfirman:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” QS. Al-Ḥujurāt: 13.

Ayat ini mengubah cara manusia memandang kemuliaan. Dunia sering menilai seseorang dari kekayaan, keturunan, gelar, rupa, jabatan, dan banyaknya pengikut. Namun Allah menetapkan ukuran yang berbeda: ketakwaan.

Takwa adalah kesadaran bahwa Allah selalu mengetahui keadaan kita. Kesadaran itu mendorong seseorang menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, menjaga hati, serta berlaku baik kepada manusia. Takwa tampak dalam salat yang dijaga, rezeki yang halal, ucapan yang benar, amanah yang ditunaikan, dan keberanian meninggalkan dosa meskipun tidak seorang pun melihat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللّٰهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلٰكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” HR. Muslim.

Karena itu, jangan merendahkan seseorang karena suku, warna kulit, pekerjaan, kemiskinan, atau kedudukannya. Boleh jadi ia tidak terkenal di bumi, tetapi mulia di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

التَّقْوَى هَاهُنَا

“Takwa itu di sini.”

Beliau menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali. HR. Muslim.

Takwa bersemayam di dalam hati, tetapi pengaruhnya terlihat dalam amal. Hati yang bertakwa tidak melahirkan kesombongan, kebencian, dan kezaliman.

Maka, jangan sibuk membangun kehormatan di mata manusia, tetapi lalai memperbaiki kedudukan di sisi Allah. Kemuliaan sejati bukan ketika banyak orang memuji kita, melainkan ketika Allah meridai hati dan amal kita.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img