BerandaInspirasiNasehatHikmah 02: Keputusan Allah Adalah Yang Terbaik

Hikmah 02: Keputusan Allah Adalah Yang Terbaik

spot_img

KABARLAH.COM – Allah ﷻ berfirman:

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” QS. Al-Baqarah: 216.

Ayat ini mengajarkan bahwa penilaian manusia sangat terbatas. Kita sering menyukai sesuatu karena tampak menyenangkan saat ini, padahal ia dapat membawa keburukan di kemudian hari. Sebaliknya, kita membenci kehilangan, kegagalan, atau penundaan, padahal boleh jadi di dalamnya Allah menyimpan perlindungan dan kebaikan.

Tidak semua pintu yang tertutup adalah penolakan. Sebagiannya adalah penjagaan. Tidak semua keterlambatan adalah kerugian. Sebagiannya adalah persiapan. Tidak semua kehilangan adalah kehancuran. Sebagiannya adalah jalan menuju sesuatu yang lebih baik.

Namun percaya kepada keputusan Allah bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang Mukmin tetap berikhtiar, bermusyawarah, beristikharah, berdoa, dan menempuh sebab-sebab yang halal. Setelah itu, ia menyerahkan hasil kepada Allah dengan tawakal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik.”

Apabila memperoleh kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Apabila ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu pun baik baginya. HR. Muslim.

Iman tidak selalu membuat semua kejadian terasa menyenangkan, tetapi membuat setiap keadaan memiliki jalan menuju kebaikan. Nikmat menjadi pahala melalui syukur, sedangkan ujian menjadi kemuliaan melalui sabar.

Ketika harapan tertunda, jangan segera berprasangka buruk kepada Allah. Ketika sebuah pintu tertutup, jangan merasa seluruh kebaikan telah berakhir.

Kita hanya melihat hari ini, sedangkan Allah mengetahui seluruh perjalanan.

Keputusan Allah adalah yang terbaik, meskipun hati membutuhkan waktu untuk memahaminya.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img