KABARLAH.COM – Surah Al -‘Alaq mengajarkan bahwa perjalanan manusia dimulai dari kelemahan, lalu ditinggikan melalui ilmu, dan disempurnakan dengan sujud.
Allah ﷻ berfirman:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari sesuatu yang melekat.” QS. Al-‘Alaq: 1–2.
Perintah pertama bukan sekadar membaca, tetapi membaca dengan nama Allah. Artinya, ilmu tidak boleh terputus dari iman, adab, dan tanggung jawab. Pengetahuan yang benar seharusnya membuat manusia semakin rendah hati, bukan semakin sombong.
Allah juga mengingatkan:
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓۙ اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas ketika ia melihat dirinya serba cukup.” QS. Al-‘Alaq: 6–7.
Inilah bahaya terbesar ilmu, harta, dan kekuasaan: ketika semuanya membuat manusia merasa tidak membutuhkan Allah. Padahal, manusia berasal dari sesuatu yang lemah dan akan kembali kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” HR. Muslim.
Namun, puncak ilmu bukan hanya banyak membaca atau menulis. Surah ini ditutup dengan perintah:
وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Bersujudlah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah.” QS. Al-‘Alaq: 19.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud.” HR. Muslim.
Maka, bacalah dengan iman, belajarlah dengan adab, dan bersujudlah dengan tawaduk. Ilmu yang benar bukan hanya menerangi akal, tetapi juga menundukkan hati di hadapan Allah.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



