BerandaInspirasiNasehatHikmah: Yang Tersisa Hanya Tauhid dan Ibadahmu

Hikmah: Yang Tersisa Hanya Tauhid dan Ibadahmu

spot_img

KABARLAH.COM – Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Pada akhirnya, manusia akan meninggalkan semua yang pernah dibanggakan. Harta akan berpindah tangan, jabatan akan berakhir, gelar akan ditinggalkan, tubuh akan melemah, dan keluarga hanya mampu mengantar sampai kubur. Setelah itu, yang menemani seorang hamba hanyalah tauhid, ibadah, amal saleh, dan hati yang selamat di hadapan Allah.

Allah berfirman:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ۝ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” QS.Ar-Raḥmān: 26–27

Ayat ini mengajarkan bahwa yang fana tidak pantas menjadi sandaran terakhir. Dunia boleh dimiliki, tetapi tidak boleh menguasai hati. Dalam ruh ajaran Futūḥul Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله mengingatkan agar seorang salik membebaskan hati dari ketergantungan kepada makhluk dan mengembalikannya hanya kepada Allah.

Tauhid adalah kemerdekaan batin. Ia membuat seseorang bekerja tanpa diperbudak pekerjaan, memiliki harta tanpa diperbudak harta, dihormati tanpa mabuk penghormatan, dan berjuang tanpa kehilangan keikhlasan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Yang mengikuti mayit ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua kembali, satu tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya.”
HR. Bukhari dan Muslim

Maka kecerdasan sejati bukan hanya mengumpulkan dunia, tetapi mempersiapkan bekal akhirat. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” QS.Adz-Dzāriyāt: 56

Ibadah adalah bukti kejujuran tauhid. Shalat, puasa, zakat, kerja halal, menjaga amanah, mendidik keluarga, menolong sesama, dan menjaga lisan dapat menjadi ibadah bila ikhlas dan sesuai syariat.

Karena itu, rawatlah tauhid, tegakkan shalat, bersihkan niat, jaga lisan, jauhi riya’, dan gunakan dunia sebagai ladang akhirat. Sebab yang tersisa bukan apa yang kita miliki, tetapi siapa yang kita sembah dan amal apa yang kita bawa pulang kepada Allah.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img