BerandaInspirasiNasehatHikmah: Allah Tidak Akan Menzalimi Hamba-Nya

Hikmah: Allah Tidak Akan Menzalimi Hamba-Nya

spot_img

KABARLAH.COM – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Salah satu hikmah besar dari ajaran Futūḥ al-Ghaib Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله adalah mendidik hati agar tidak berburuk sangka kepada Allah ketika menghadapi takdir. Seorang hamba sering kali melihat hidup dari sudut luka, keinginan, dan keterbatasan dirinya. Ketika diberi nikmat, ia merasa disayang. Ketika diuji, ia merasa ditinggalkan. Padahal Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Allah berfirman:

«إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.” QS. Yūnus: 44»

Ayat ini mengajarkan bahwa sumber masalah terbesar bukan pada keadilan Allah, tetapi pada cara manusia membaca takdir. Manusia sering tergesa-gesa menilai: yang menyenangkan dianggap rahmat, yang pahit dianggap hukuman. Padahal banyak ujian justru menjadi jalan pembersihan dosa, pematangan jiwa, dan panggilan pulang kepada Allah.

Allah juga menegaskan:

«إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi walau seberat zarrah.” QS. An-Nisā’: 40»

Maka ketika sakit, sempit rezeki, kehilangan, atau doa belum dikabulkan, jangan berkata: “Allah tidak adil.” Tetapi katakan: “Ya Allah, aku belum memahami hikmah-Mu. Bimbing aku agar sabar, ridha, dan tetap berbaik sangka kepada-Mu.”

Dalam hadits qudsi, Rasulullah ﷺ meriwayatkan bahwa Allah berfirman:

«يَا عِبَادِيْ، إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوْا
“Wahai hamba-hamba-Ku, Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” HR. Muslim»

Hikmahnya jelas: iman kepada Allah Yang Mahaadil harus melahirkan akhlak adil kepada sesama. Jangan menzalimi keluarga, tetangga, pekerja, murid, jamaah, atau diri sendiri dengan dosa.

Allah tidak pernah zalim. Yang Allah berikan selalu mengandung ilmu, hikmah, rahmat, dan tarbiyah. Tugas hamba adalah sabar, taubat, ikhtiar, tawakal, dan husnuzhan kepada-Nya.

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img