KABARLAH.COM, Pekanbaru – Enam orang Dosen Fakultas Teknik universitas Riau (UNRI) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat, program ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan, dan kemandirian pengolahan sampah organik yang selama ini tidak dimanfaatkan, digunakan sebagai media untuk pertumbuhan maggot Black Soldier Fly (BSF).
Program pegabdian tersebut di ketuai oleh Aryo Sasmita, ST, MT dengan 5 orang Anggota yang terdiri dari Dr. David Andrio, M.Si, Shinta Elystia, ST, M.Si, Gunadi Priyambada, Jecky Asmura, ST, MT dan Muhammad Reza, ST, M.Sc.
Dijelaskan Aryo Sasmita, hingga saat ini, pengelolaan sampah organik dan anorganik di tingkat desa masih menjadi tantangan. Penanganan sampah ditingkat rumah tangga dan desa umumnya dengan cara dibakar. Hasil pembakaran berupa asap tentunya dapat menimbulkan polusi udara yang berdampak negatif terhadap Kesehatan.
Dikarenakan, minimnya edukasi dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar jumlah sampah hanya menjadi timbunan di Tempat Pembuangan akhir. Limbah pangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot, karena maggot memiliki kemampuan mendegradasi bahan organik.

“Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat ini, berjudul pengolahan sampah organik menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pakan ternak dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat Desa Batu Belah Kabupaten Kampar dalam mencapai visi desa yaitu membangun Desa Batu Belah yang lebih maju telah dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023, bertempat di Balai Desa pukul 10.00 – 12.00 WIB, yang dihadiri oleh 65 orang, ” ujar dosen program studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Unri ini.

Disebutnya, untuk program pengabdian ini dimulai dari identifikasi masalah bersama dengan para santri, diskusi dan pemberian solusi serta pelatihan budidaya maggot dengan secara interaktif dengan melibatkan teori dan praktek bersamaan agar lebih mudah difahami Hal tersebut dimulai dari identifikasi masalah bersama dengan para masyarakat, diskusi dan pemberian solusi serta pelatihan budidaya maggot dengan secara interaktif dengan melibatkan teori dan praktek bersamaan agar lebih mudah difahami.
Untuk tujuan utama program ini sudah tercapai, ungkap Aryo Sasmita, yang ditunjukkan dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik seperti sampah sayuran dan buah menggunakan BSF sebagai bahan alternatif pakan ternak yang selanjutnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat selama berada di dalam atau di luar desa.



