KABARLAH.COM – Allah ﷻ berfirman:
وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” QS. Al-Baqarah: 189.
Ayat ini mengajarkan sebuah kaidah besar: setiap tujuan memiliki pintu, setiap urusan mempunyai adab, dan setiap keberhasilan memiliki jalan yang benar.
Rumah adalah tujuan, sedangkan pintu adalah cara yang sah untuk mencapainya. Karena itu, niat baik tidak cukup apabila ditempuh melalui jalan yang salah. Dakwah tidak boleh dibangun di atas fitnah, rezeki tidak boleh dicari melalui penipuan, kekuasaan tidak boleh diraih dengan pengkhianatan, dan ilmu tidak boleh disampaikan tanpa dasar.
Allah ﷻ berfirman:
فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” QS. An-Naḥl: 43.
Bertanya kepada ahli adalah memasuki rumah ilmu melalui pintunya. Belajar, membaca, berlatih, dan bersabar adalah jalan menuju kemampuan. Jalan pintas sering tampak cepat, tetapi dapat merusak amanah dan keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan tuntunan kami, maka amalan itu tertolak.” HR. Muslim.
Hadis ini menegaskan bahwa amal memerlukan dua penjagaan: keikhlasan dalam tujuan dan kesesuaian dengan tuntunan. Ikhlas menjaga hati, sedangkan ittibā‘ menjaga jalan.
Karena itu, tempuhlah segala sesuatu melalui pintunya. Carilah ilmu dengan belajar, rezeki dengan kerja halal, penyelesaian dengan musyawarah, dan kedekatan kepada Allah dengan ketaatan.
Keberhasilan sejati bukan hanya berhasil mencapai tujuan, tetapi juga tetap berada dalam keridaan Allah sepanjang perjalanan.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



