BerandaInspirasiNasehatHikmah: Fana Dalam Kehedak Allah SWT

Hikmah: Fana Dalam Kehedak Allah SWT

spot_img

KABARLAH.COM – Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Fana dalam kehendak Allah bukan berarti manusia menyatu dengan Allah, bukan pula meninggalkan syariat. Fana yang benar adalah ketika ego, hawa nafsu, kesombongan, dan protes batin lenyap di hadapan perintah dan ketetapan Allah. Hamba tetap hidup, bekerja, berdoa, berobat, berdakwah, dan berikhtiar, tetapi hatinya tidak lagi memaksa Allah mengikuti kehendaknya.

Allah berfirman:

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Kalian tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.” QS. At-Takwīr: 29

Ayat ini mendidik hati agar sadar: manusia boleh berencana, tetapi Allah yang menentukan. Manusia boleh memilih, tetapi pilihannya tetap berada di bawah ilmu dan kuasa Allah. Maka seorang mukmin tidak sombong ketika berhasil, dan tidak hancur ketika gagal.

Fana yang benar dimulai dari tunduk kepada syariat. Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidak pantas bagi mukmin laki-laki dan perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara, masih ada pilihan lain bagi mereka.” QS. Al-Aḥzāb: 36

Maka fana bukan pengalaman batin yang jauh dari kehidupan. Ia tampak ketika seseorang menahan amarah, meninggalkan yang haram, menjaga shalat, ikhlas dalam amal, tidak membalas keburukan dengan kezaliman, dan menerima takdir dengan adab.

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.” HR. Tirmidzi.

Maknanya: jagalah perintah Allah, maka Allah menjaga hidupmu. Seorang yang fana berkata: “Ya Allah, aku hanya hamba. Tugasku taat, berikhtiar, dan berdoa. Hasilnya aku serahkan kepada-Mu.”

Inilah hikmah fana: bukan hilangnya manusia dari kehidupan, tetapi hilangnya hawa nafsu dari pusat hati. Setelah itu, yang hidup adalah ubudiyah: taat, sabar, ridha, tawakkal, syukur, dan cinta kepada Allah.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img