KABARLAH.COM – Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Menyelaraskan diri dengan takdir Ilahi adalah adab hati seorang hamba di hadapan keputusan Allah. Ia bukan pasrah lemah, bukan berhenti berusaha, dan bukan membenarkan dosa dengan alasan takdir. Hakikatnya adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, lalu menerima hasil dengan iman, sabar, syukur, dan tawakkal.
Allah berfirman:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran/takdir.” QS. Al-Qamar: 49
Dalam ruh Futūḥ al-Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله mengajarkan bahwa hati seorang salik tidak boleh terus-menerus menggugat Allah. Kadang manusia kecewa karena hidup tidak sesuai rencananya, padahal ilmu manusia terbatas. Allah mengetahui seluruh peta kehidupan, sedangkan manusia hanya melihat satu bagian kecil.
Allah berfirman:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” QS. Al-Baqarah: 216
Maka adab seorang mukmin adalah tetap bergerak, tetapi hatinya tidak memberontak. Ia bekerja, berdoa, berobat, bermusyawarah, dan memperbaiki diri. Setelah itu, ia menyerahkan hasil kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
احْرِصْ عَلَىٰ مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ
“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” HR. Muslim
Jika hasil tidak sesuai harapan, jangan tenggelam dalam “seandainya” yang melemahkan. Ucapkan:
قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
“Ini takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.” HR. Muslim
Hikmahnya: takdir adalah tempat hati beristirahat setelah ikhtiar. Saat diberi nikmat, bersyukur. Saat diuji, bersabar. Saat gagal, belajar. Saat kehilangan, kembali kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ… إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ… وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ
“Menakjubkan urusan orang mukmin… Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, dan jika tertimpa kesusahan ia bersabar.” HR. Muslim.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



