KABARLAH.COM – Dalam setiap pergulatan besar umat manusia, ada kekuatan yang sering tidak terlihat oleh mata, tetapi sangat kuat di sisi Allah: doa orang-orang beriman. Senjata, strategi, dan kekuatan lahiriah memang memiliki peran, tetapi hati seorang mukmin tidak boleh menggantungkan kemenangan hanya kepada sebab-sebab dunia. Kemenangan sejati datang dari Allah, pada waktu yang Allah kehendaki, dengan cara yang Allah pilih.
Allah berfirman:
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu.”
(QS. Ali ‘Imran: 160)
Ayat ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah adalah sumber kekuatan terbesar. Maka ketika umat Islam mendoakan Palestina, membela yang tertindas, dan menolak kezaliman, itu bukan sekadar sikap politik, tetapi bagian dari iman, kepedulian, dan ukhuwah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Palestina adalah luka umat. Maka doa untuk Palestina bukan hanya kalimat di lisan, tetapi panggilan hati agar keadilan ditegakkan dan penjajahan dihentikan. Namun Islam juga mengajarkan adab: jangan berlebihan dalam kebencian, jangan menyebarkan dusta, dan jangan kehilangan akhlak dalam membela kebenaran.
Allah berfirman:
“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Maka hikmahnya: umat Islam harus kuat dalam doa, benar dalam sikap, jujur dalam informasi, dan adil dalam perjuangan. Kemenangan bukan hanya ketika musuh kalah, tetapi ketika umat tetap teguh, berakhlak, bersatu, dan berharap hanya kepada Allah.
Ya Allah, merdekakan Palestina, lindungi kaum tertindas, dan satukan hati umat Islam di atas kebenaran. Aamiin.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



