BerandaInspirasiNasehatHikmah: Konflik Media Sosial dan Luka Anak Bangsa

Hikmah: Konflik Media Sosial dan Luka Anak Bangsa

spot_img

KABARLAH.COM – Media sosial (Medsos) hari ini bukan sekadar tempat berbagi kabar, tetapi juga medan yang bisa membentuk pikiran, emosi, dan akhlak masyarakat. Jika isinya penuh konflik, caci maki, fitnah, adu domba, dan penghinaan, maka dampaknya tidak berhenti pada orang dewasa. Anak-anak ikut melihat, meniru, dan belajar bahwa perbedatan boleh dilakukan dengan kasar.

Padahal Islam mengajarkan agar lisan dan tulisan dijaga. Allah berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qāf: 18)

Ayat ini mengingatkan bahwa komentar, unggahan, sindiran, dan hinaan tidak hilang begitu saja. Semuanya tercatat di sisi Allah. Maka jangan mudah menulis sesuatu yang kelak kita sesali di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Konflik di media sosial dapat membuat masyarakat mudah curiga, anak-anak kehilangan teladan, dan ukhuwah menjadi rapuh. Bila setiap masalah dibawa ke ruang publik dengan emosi, maka yang tumbuh bukan penyelesaian, tetapi permusuhan.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”
(QS. Al-Ḥujurāt: 6)

Maka hikmahnya: gunakan media sosial sebagai ladang amal, bukan ladang dosa. Sebarkan ilmu, nasihat, kabar yang benar, dan kata-kata yang menenangkan. Jangan jadikan anak-anak mewarisi budaya saling hujat.

Masyarakat yang sehat dimulai dari lisan yang bersih, tulisan yang jujur, dan hati yang takut kepada Allah. Media sosial boleh modern, tetapi akhlak tetap harus Qur’ani.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img