BerandaInspirasiNasehatHikmah: Lisan Pemimpin adalah Amanah

Hikmah: Lisan Pemimpin adalah Amanah

spot_img

KABARLAH.COM – Dalam kehidupan berbangsa, ucapan seorang pemimpin memiliki pengaruh besar. Satu kalimat bisa menenangkan rakyat, tetapi satu kalimat yang keliru bisa melukai hati banyak orang. Karena itu, Islam mengajarkan bahwa lisan harus dijaga, apalagi lisan orang yang memikul amanah publik.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
QS. Al-Ahzab: 70

Ayat ini mengajarka bahwa kebenaran ucapan adalah bagian dari takwa. Pemimpin tidak cukup hanya kuat dalam keputusan, tetapi juga harus bijak dalam perkataan. Sebab rakyat bukan sekadar angka, bukan sekadar massa, tetapi amanah yang harus dijaga kehormatannya.

Allah juga berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
QS. Qaf: 18

Setiap ucapan akan dicatat. Maka seorang mukmin, apalagi pemimpin, harus berhati-hati sebelum berbicara. Kalimat yang merendahkan, menyakiti, atau membuat rakyat merasa terusir dari negerinya sendiri bukanlah akhlak kepemimpinan yang diridhai Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
HR. Bukhari dan Muslim

Hadits ini menjadi ukuran adab lisan. Jika ucapan tidak membawa maslahat, lebih baik ditahan. Jika kalimat bisa melukai, hendaknya diperbaiki. Jika pernah salah berbicara, maka meminta maaf adalah kemuliaan, bukan kehinaan.

Maka hikmahnya: pemimpin harus menjadi peneduh, bukan penambah luka. Rakyat harus menasihati dengan adab, bukan mencaci. Kritik boleh disampaikan, tetapi tetap dengan akhlak.

Sebab negeri yang baik dibangun oleh pemimpin yang amanah, rakyat yang beradab, dan lisan yang dijaga dalam kebenaran.

Syekh Sofyan Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img