KABARLAH.COM – Allah ﷻ berfirman:
وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى
“Penyihir tidak akan memperoleh kemenangan dari arah mana pun ia datang.” QS. Ṭāhā: 69.
Ayat ini menegaskan bahwa sihir, betapapun menakutkan penampilannya, tidak memiliki kekuasaan mutlak. Ia hanyalah tipu daya yang bekerja di bawah izin Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh meremehkan bahaya sihir, tetapi juga tidak boleh membesarkannya hingga melebihi kebesaran Allah.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ
“Mereka tidak dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya, kecuali dengan izin Allah.” QS. Al-Baqarah: 102.
Kisah Nabi Musa عليه السلام mengajarkan bahwa kebatilan sering tampak kuat karena memengaruhi pandangan dan rasa takut. Tali-tali para penyihir terlihat seperti ular, tetapi hakikatnya tetap tali. Begitulah kebohongan, propaganda, dan pencitraan: dapat memukau mata, tetapi tidak memiliki fondasi kebenaran.
Allah ﷻ berfirman:
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ
“Kami melemparkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya; seketika itu lenyaplah yang batil.” QS. Al-Anbiyā’: 18.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ
“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”
Beliau menyebut di antaranya:
الشِّرْكُ بِاللّٰهِ وَالسِّحْرُ
“Menyekutukan Allah dan sihir.” HR. al-Bukhari dan Muslim.
Maka, jauhilah dukun, peramal, jimat syirik, dan segala praktik yang merusak tauhid. Jagalah salat, bacalah Al-Qur’an, amalkan zikir pagi dan petang, dan berlindunglah hanya kepada Allah.
Penyihir mungkin menang dalam pertunjukan, tetapi tidak dalam kebenaran. Kebatilan dapat menguasai persepsi untuk sementara, tetapi kemenangan sejati tetap milik mereka yang berdiri bersama Allah.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



