KABARLAH.COM, Pekanbaru– Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA angkatan 2024 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Intoleransi di Era Digital: Tantangan dan Peran Gen Z dalam Merawat Keberagaman di Dunia Maya” di SMP Negeri 34 Pekanbaru pada Rabu, 03 Desember 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh 6 orang mahasiswa yaitu Aisyah Syaghifa(240603002), Aura Pratiwi(240603019), Dhitta Aurelia Depila(240603021),Elca safitri(240603022), Ella Puta Sari(240603024), dan Tiana Dewi puspita(240603009).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Pancasila yang dibimbing langsung oleh Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd.

Sosialisasi yang berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025 ini diikuti oleh 35 siswa kelas VIII³, didampingi oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bapak Utama, yang sekaligus menjadi guru pembimbing selama pelaksanaan kegiatan.
Edukasi Toleransi di Era DigitalDalam kegiatan ini, tim sosialisasi memaparkan materi mengenai fenomena intoleransi di media sosial dan bagaimana Generasi Z dapat berperan sebagai agen perdamaian di dunia maya.
Materi tersebut disusun berdasarkan artikel ilmiah bertajuk “Intoleransi di Era Digital: Tantangan dan Peran Gen Z dalam Merawat Keberagaman di Dunia Maya” yang menekankan pentingnya literasi digital, sikap inklusif, serta tanggung jawab sosial dalam berinteraksi di ruang digital.
Para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan mengenai bahaya ujaran kebencian, penyebaran hoaks, serta meningkatnya polarisasi akibat rendahnya kesadaran toleransi di platform digital.
Untuk meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan dikemas secara interaktif melalui:
- Kuis tematik seputar toleransi dan peran Gen Z
- Pengisian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi.
- Pembagian poster edukasi tentang bahaya intoleransi digital
- Diskusi terbuka yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pengalaman mereka di media sosial.
Melalui diskusi, siswa menceritakan berbagai bentuk perbedaan pendapat yang sering mereka temui di dunia maya serta bagaimana mereka menyikapi situasi tersebut.
Menjelang penutupan, tim mengumumkan tiga siswa dengan nilai kuis tertinggi dan memberikan hadiah apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
Selain itu, tim juga menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak sekolah, khususnya kepada Bapak Utama sebagai bentuk terima kasih atas dukungan dan bimbingan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan seperti ini karena para siswa perlu memahami bagaimana bersikap bijak dan toleran, terutama di media sosial yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Bapak Utama.
Sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis, empati, dan toleransi pada siswa SMPN 34 Pekanbaru, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga keberagaman di ruang digital. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermedia generasi muda.



