KABARLAH.COM, PEKANBARU – Merespons maraknya tindak pidana korupsi yang menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengambil langkah proaktif dengan menggelar program sosialisasi dan edukasi “Bela Negara” di SMAN 2 Tambang.

Kegiatan ini difokuskan pada penanaman nilai-nilai integritas dan kewarganegaraan kepada para pelajar sebagai bentuk pertahanan negara di era modern.
Program edukasi ini digerakkan oleh tim mahasiswa yang beranggotakan sembilan orang, yakni Sandria, Revan, Andra, Pratama, Alif, Fahmi, Amir, Rakha, dan Ardyansyah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dan dieksekusi secara matang di bawah bimbingan dosen pengampu, Bapak Muhammad Melta Batrawan, S. IP., M. Si., guna memastikan pesan moral kebangsaan tersampaikan dengan tepat sasaran.
Kehadiran tim mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh pihak sekolah. Mengawali rangkaian kegiatan, tim melakukan pertemuan dan koordinasi bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Tambang, Bapak Mail, serta Guru Mata Pelajaran Sosiologi, Dr. Suhaimi.
Dalam pertemuan di ruang pimpinan tersebut, terjalin diskusi mendalam mengenai pemahaman dan praktik nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda saat ini. Bapak Mail memaparkan sebuah fakta yang menjadi sorotan utama bagi tim pelaksana kegiatan.
“Penerapan kesadaran bela negara dan kewarganegaraan dari siswa-siswi di sekolah ini masih tergolong sedikit, yakni berada di kisaran 25 persen,” jelas Pak Mail.
Kondisi tersebut justru menjadi pemacu semangat bagi para mahasiswa UMRI untuk segera menjangkau siswa-siswi di ruang kelas.
Tim mahasiswa membawa pendekatan baru dalam memaknai bela negara. Alih-alih mengaitkannya dengan pertempuran fisik, mereka menekankan bahwa bentuk tertinggi dari bela negara bagi pelajar hari ini adalah merawat nurani dan menjaga integritas.
Saat sesi sosialisasi berlangsung di dalam kelas, suasana berjalan sangat interaktif. Mahasiswa mengajak para pelajar berdiskusi mengenai langkah-langkah sederhana mencegah bibit korupsi di lingkungan sekolah.
Nilai-nilai seperti menolak menyontek, disiplin terhadap waktu, menghargai keberagaman, dan keberanian untuk selalu berkata jujur menjadi poin utama yang ditanamkan kepada para siswa.
Antusiasme siswa SMAN 2 Tambang terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan. Hal ini terbukti dari interaksi dua arah yang terbangun, di mana para pelajar aktif bertanya dan memberikan pendapat mereka.
Tim mahasiswa juga menyempatkan diri untuk berdialog lebih dekat dengan beberapa murid guna mendengarkan langsung pandangan mereka tentang arti kejujuran.
Melalui kegiatan turun langsung ke sekolah ini, mahasiswa UMRI berharap dapat mengisi ruang-ruang kosong dalam pendidikan karakter generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa masa depan dan benteng pertahanan bangsa Indonesia yang sesungguhnya terletak pada integritas anak mudanya dalam menolak segala bentuk ketidakjujuran.



