BerandaInspirasiNasehatHikmah: Kebohongan Tidak Pernah Menjadi Jalan Keselamatan

Hikmah: Kebohongan Tidak Pernah Menjadi Jalan Keselamatan

spot_img

KABARLAH.COM – Allah ﷻ berfirman:

وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرٰى

“Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.” QS. Ṭāhā: 61.

Kebohongan sering tampak seperti jalan pintas. Dengannya, seseorang mungkin menyelamatkan wajah, mempertahankan kedudukan, memperoleh keuntungan, atau memenangkan perdebatan. Namun Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap kebohongan menyimpan kerugian di dalam dirinya sendiri.

Kata iftirā’ bukan sekadar ucapan yang tidak benar, tetapi kebohongan yang dirancang, disusun, dan ditampilkan seolah-olah sebagai kebenaran. Ia dapat berbentuk fitnah, manipulasi berita, kesaksian palsu, pencitraan semu, atau berbicara tentang agama tanpa ilmu.

Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah dengan orang-orang yang benar.” QS. At-Taubah: 119.

Kejujuran adalah kesatuan antara hati, ucapan, dan perbuatan. Orang yang jujur tidak harus selalu tampak benar di hadapan manusia, tetapi ia berani mengakui kesalahan karena lebih takut kehilangan keridaan Allah daripada kehilangan kehormatan di hadapan manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Sebaliknya, kebohongan yang terus dipelihara akan menyeret manusia kepada kefasikan dan menjauhkannya dari cahaya petunjuk.

Maka sebelum berbicara, menulis, menuduh, atau menyebarkan berita, bertanyalah kepada diri sendiri:

Apakah ini benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah?

Kebenaran mungkin terasa berat pada awalnya, tetapi melahirkan ketenangan. Kebohongan mungkin terasa menguntungkan sesaat, tetapi merusak kepercayaan, mencabut keberkahan, dan menggelapkan hati.

Orang yang jujur mungkin kehilangan sesuatu karena kebenarannya, tetapi ia tidak akan kehilangan Allah.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img