BerandaInspirasiNasehatHikmah: Keistimewaan Zuhud, Dunia di Tangan, Allah di Hati

Hikmah: Keistimewaan Zuhud, Dunia di Tangan, Allah di Hati

spot_img

KABARLAH.COM – Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Zuhud adalah kemerdekaan hati dari perbudakan dunia. Ia bukan membenci harta, bukan meninggalkan kerja, dan bukan menolak nikmat Allah. Zuhud adalah menempatkan dunia pada kedudukannya: sebagai alat ibadah, bukan tujuan hidup; sebagai amanah, bukan sesembahan hati.

Allah berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
QS. Āli ‘Imrān: 185

Ayat ini mengingatkan bahwa dunia indah, tetapi sementara. Ia boleh dicari dengan halal, tetapi tidak boleh menguasai hati. Rumah, kendaraan, jabatan, pakaian, dan harta semuanya akan ditinggalkan. Yang dibawa pulang kepada Allah hanyalah iman, amal saleh, keikhlasan, dan akhlak.

Allah berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” QS. Al-A‘lā: 17

Maka zuhud bukan kemiskinan lahir, tetapi kekayaan batin. Seseorang bisa miskin tetapi hatinya rakus. Seseorang bisa kaya tetapi hatinya tunduk kepada Allah. Orang zuhud bekerja, tetapi tidak diperbudak pekerjaan. Ia memiliki, tetapi siap kehilangan. Ia diberi nikmat, lalu bersyukur. Ia diuji kekurangan, lalu bersabar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir yang sedang lewat.” HR. Bukhari

Musafir membawa bekal secukupnya untuk sampai tujuan. Begitulah seorang mukmin: dunia dipakai sebagai kendaraan menuju Allah, bukan tempat mabuk kelalaian.

Zuhud melahirkan qana‘ah, tawakkal, ikhlas, dan akhlak yang lapang. Rasulullah ﷺ bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana‘ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” HR. Muslim

Hikmahnya: carilah dunia dengan halal, gunakan untuk manfaat, syukuri nikmat, jauhi rakus, jangan iri kepada rezeki orang lain, dan jangan jual agama demi dunia.

Ya Allah, jadikan dunia di tangan kami, bukan di hati kami. Karuniakan kami rezeki halal, hati qana‘ah, amal ikhlas, dan akhirat yang Engkau ridhai.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img