KABARLAH.COM, PEKANBARU– Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Kegiatan Showcase Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek Bela Negara sebagai puncak implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik nyata di tengah masyarakat pada Rabu (01/7/2026) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Umri di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.
Dalam kegiatan ini, dihadirkan Dr. Saparen, S.Pd., SH., MH sebagai narasumber dalam kegiatan Showcase. Turut membersamai kegiatan tersebut, hadir Wakil Rektor 3 Umri Wahyi Busyro, S.E.I.., ME., PhD, Koordinator MKWK Umri Ilham Hudi, M.Pd., Dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) se-lingkungan Umri, serta puluhan mahasiswa Umri.
Koordinator MKWK Umri Ilham Hudi, SPd., MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang apresiasi sekaligus ruang diseminasi bagi mahasiswa untuk mempresentasikan inovasi kreatif yang mereka rancang dalam upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air untuk bela negara.
“Pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi persoalan nyata di lingkungan sekitar, merancang solusi, mengimplementasikan program, serta mengevaluasi dampak yang dihasilkan. Dengan demikian, nilai-nilai bela negara tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai proyek inovatif yang telah dikembangkan selama mengikuti perkuliahan MKWK, seperti Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, dan Bahasa Indonesia. Kegiatan showcase diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UMRI yang menampilkan hasil karya, inovasi, kampanye sosial, media edukasi, hingga program pemberdayaan masyarakat yang mengangkat nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, kebangsaan, lingkungan, serta penguatan karakter sebagai generasi penerus bangsa.
Berbagai proyek yang dipamerkan memperoleh apresiasi dari dosen, sivitas akademika, dan para tamu undangan. Kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta keterampilan berkomunikasi menjadi indikator keberhasilan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor 3 Umri Wahyi Busyro, S.E.I.., ME., PhD
Wakil Rektor 3 Umri Wahyi Busyro, S.E.I.., ME., PhD, yang membuka kegiatan tersebut dalam sambuatannya menyampaikan bahwa kegiatan MKWK ini merupakan satu projek yang luar biasa dan sangat mengapresiasi kegiatan showcase ini.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan showcase ini. Kegiatan yang dilakasanakan ini sangat menginspirasi mata kuliah lainnya agar dapat melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yang telah dilakukan oleh dosen-dosen MKWK Universitas Muhammadiyah Riau. Harapannya semoga kegiatan ini dapat terus terlaksana sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau dengan bimbingan dari dosen mata kuliah MKWK” ungkapnya.

Sesi pemaparan materi oleh Dr. Saparen, S.Pd., SH., MH
Dalam pemaparannya, Dr. Saparen, S.Pd., SH., MH berpesan hendaknya mahasiswa dapat menjadi generasi yang mampu mempertahankan persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai upaya bela negara.
“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau hendaknya selalu menjaga persatuan dan menciptakan kedamaian serta menjauhkan diri dari tiga dosa besar yang sering terjadi di lingkungan pendidikan yakni perundungan (bullying), kekerasan seksual, intoleransi. Mari menjadi mahasiswa yang cerdas yang mampu membela Negara mulai dari hal-hal sederhana” ujarnya.
Melalui Showcase Hasil Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek Bela Negara, Universitas Muhammadiyah Riau menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berkomitmen menjaga persatuan, keutuhan bangsa, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Foto bersama mahasiswa pemenang lomba beserta dosen pembimbing



