BerandaInspirasiNasehatHikmah: Mengetuk Ambang Pintu Ruhani Para Nabi

Hikmah: Mengetuk Ambang Pintu Ruhani Para Nabi

spot_img

KABARLAH.COM – Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Mengetuk ambang pintu ruhani para Nabi bukan berarti ingin menjadi nabi, menerima wahyu, atau menyamai maqam para Nabi عليهم السلام. Kenabian telah ditutup dengan Rasulullah ﷺ. Allah berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
“Muhammad adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.” QS. Al-Aḥzāb: 40

Maknanya adalah belajar berdiri dengan rendah hati di depan warisan para Nabi: tauhid, taubat, sabar, iffah, amanah, dakwah, pengorbanan, kasih sayang, dan akhlak mulia. Dalam ruh ajaran Futūḥul Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله mengajarkan bahwa jalan ruhani harus bersih dari hawa nafsu, klaim palsu, dan kesombongan batin.

Pintu pertama para Nabi adalah tauhid. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul: sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”
QS. An-Naḥl: 36

Pintu kedua adalah ittibā‘ kepada Rasulullah ﷺ. Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” QS. Āli ‘Imrān: 31

Maka kedalaman ruhani tidak diukur dari mimpi, rasa batin, atau pengakuan maqam, tetapi dari ketaatan kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta keindahan akhlak.

Dari Nabi Adam عليه السلام kita belajar taubat. Dari Nabi Nuh عليه السلام kita belajar sabar. Dari Nabi Ibrahim عليه السلام kita belajar tauhid dan pengorbanan. Dari Nabi Yusuf عليه السلام kita belajar iffah dan pemaafan. Dari Nabi Ayyub عليه السلام kita belajar sabar dalam ujian. Dari Nabi Yunus عليه السلام kita belajar doa dalam kegelapan:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
QS. Al-Anbiyā’: 87

Puncaknya adalah Rasulullah ﷺ, teladan akhlak agung. Allah berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
QS. Al-Qalam: 4

Maka hikmahnya: ketuklah pintu para Nabi dengan taubat, tauhid, sabar, ibadah, dan akhlak. Ruhani yang benar tidak membuat manusia merasa tinggi, tetapi semakin tunduk kepada Allah dan semakin membawa rahmat bagi makhluk.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img