BerandaInspirasiNasehatHikmah: Sedikitkan Tidur, Bangun dari Kelalaian Sebelum Dibangunkan oleh Kematian

Hikmah: Sedikitkan Tidur, Bangun dari Kelalaian Sebelum Dibangunkan oleh Kematian

spot_img

KABARLAH.COM – Bismillahirraḥmanirraḥim. “Sedikitkan tidur” bukan berarti memusuhi tubuh atau menolak fitrah manusia. Tidur adalah nikmat Allah, tempat jasad beristirahat dan kekuatan dipulihkan. Namun dalam jalan ruhani, tidur yang berlebihan dapat menjadi hijab: hati menjadi berat, waktu terbuang, ibadah tertunda, dan jiwa kehilangan kepekaan terhadap panggilan Allah.

Allah memuji hamba-hamba bertakwa:

كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.”
QS. Adz-Dzāriyāt: 17

Ayat ini bukan perintah untuk tidak tidur, tetapi ajakan agar malam tidak seluruhnya habis dalam kelalaian. Ada bagian malam yang sangat mahal: saat manusia lain terlelap, seorang hamba berdiri menghadap Rabb-nya, menyesali dosa, memohon ampun, dan mencurahkan harapan.

Allah juga berfirman:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan harap.”
QS. As-Sajdah: 16

Inilah hikmah besarnya: orang beriman belajar menundukkan kenyamanan. Ia tetap tidur, tetapi tidak diperbudak tidur. Ia tetap menjaga tubuh, tetapi tidak membiarkan tubuh mematikan ruhani.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أُصَلِّي وَأَرْقُدُ
“Aku shalat dan aku juga tidur.”
HR. Bukhari dan Muslim

Beliau ﷺ juga bersabda:

إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.”
HR. Bukhari

Maka sedikit tidur harus dijalankan dengan ilmu dan keseimbangan. Bukan mengurangi tidur sampai sakit, tetapi mengurangi tidur yang sia-sia. Bukan melemahkan badan, tetapi menguatkan jiwa. Bukan mengejar kesan saleh, tetapi melatih ikhlas dalam sunyi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
HR. Muslim

Maka mulailah dengan sederhana: tidur lebih awal, kurangi begadang sia-sia, jaga Subuh tepat waktu, bangun 10 menit sebelum Subuh, shalat dua rakaat, istighfar, dan berdoa. Sedikit tetapi istiqamah lebih dicintai daripada banyak tetapi terputus.

Hikmahnya: tidurlah secukupnya untuk sehat, bangunlah secukupnya untuk hidupnya hati. Jangan sampai jasad bangun, tetapi ruhani tetap tertidur dari taubat.

Ya Allah, bangunkan hati kami dari tidur kelalaian, hidupkan malam kami dengan munajat, dan wafatkan kami dalam husnul khatimah.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img