BerandaInspirasiNasehatHikmah: Jangan Marah Saat Diingatkan Keburukan Diri

Hikmah: Jangan Marah Saat Diingatkan Keburukan Diri

spot_img

KABARLAH.COM – Salah satu tanda hati yang ingin baik adalah mau menerima nasihat. Ketika orang lain menyebutkan kekurangan kita, jangan langsung marah. Bisa jadi Allah sedang mengirimkan cermin melalui lisan manusia agar kita melihat aib yang selama ini tidak kita sadari.

Allah berfirman:

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.”
QS. Adz-Dzāriyāt: 55

Ayat ini mengajarkan bahwa nasihat adalah kebutuhan orang beriman. Orang yang hatinya hidup tidak tersinggung oleh kebenaran, tetapi mengambil pelajaran darinya. Ia sadar bahwa manusia tidak sempurna dan selalu membutuhkan perbaikan.

Allah juga berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
QS. Al-‘Ashr: 1–3

Surah ini menunjukkan bahwa keselamatan manusia tidak hanya dengan iman pribadi, tetapi juga dengan budaya saling menasihati. Namun nasihat harus disampaikan dengan kasih sayang, dan diterima dengan kerendahan hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Agama adalah nasihat.”
HR. Muslim

Hadits ini sangat ringkas, tetapi maknanya luas. Islam berdiri di atas kejujuran untuk saling mengingatkan. Maka jangan anggap orang yang menegur sebagai musuh. Bisa jadi ia lebih sayang kepada akhirat kita daripada orang yang hanya memuji.

Hikmahnya, marah saat dinasihati sering lahir dari ego. Padahal aib yang diperbaiki di dunia lebih ringan daripada aib yang terbuka di akhirat. Terimalah teguran dengan lapang dada, pilah mana yang benar, lalu perbaiki diri.

Sebab orang bijak bukan yang tidak pernah salah, tetapi yang segera kembali kepada Allah ketika diingatkan.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img