BerandaInspirasiNasehatHikmah 04: Ilmu dan Faham

Hikmah 04: Ilmu dan Faham

spot_img

KABARLAH.COM – Ada perbedaan halus namun sangat penting antara ‘ilm (sekadar tahu) dan fahm (pemahaman yang hidup dan membimbing amal).

Banyak orang berilmu, tetapi tidak semua mencapai derajat faham. Ilmu bisa berhenti di lisan dan hafalan, tetapi faham menembus hati, lalu membentuk sikap dan keputusan. Karena itu Allah tidak hanya memuji orang yang “tahu”, tetapi yang memahami dan mengambil pelajaran:

“Dan perumpamaan-perumpuhamaan ini Kami buat untuk manusia, dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”
(QS. Al-‘Ankabut: 43)

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua orang berilmu otomatis memahami; faham adalah buah dari ilmu yang disinari hidayah.

Begitu pula dalam Al-Qur’an, Allah mengisahkan Nabi Sulaiman:

“Maka Kami memberikan pemahaman (fahm) kepada Sulaiman…”
(QS. Al-Anbiya: 79)

Padahal Nabi Dawud juga berilmu, tetapi pada satu perkara, Allah memberikan fahm yang lebih dalam kepada Sulaiman. Ini menegaskan bahwa faham adalah karunia khusus yang melahirkan ketepatan dan kebijaksanaan.

Rasulullah ﷺ juga berdoa:

“Ya Allah, berikanlah dia pemahaman dalam agama…” (HR. Bukhari)

Doa ini menunjukkan bahwa faham bukan sekadar hasil belajar, tetapi anugerah yang harus dimohon.

Maka benar adanya: orang berilmu belum tentu bijaksana, tetapi orang yang memiliki fahm biasanya melahirkan kebijaksanaan. Karena faham membuat seseorang mampu menempatkan ilmu pada tempatnya, memahami konteks, serta menjaga keseimbangan antara dalil dan realitas.

Hikmahnya, kita tidak cukup mengejar banyaknya ilmu, tetapi harus mengejar keberkahan ilmu: yaitu fahm yang melahirkan hikmah. Sebab ilmu tanpa faham bisa membingungkan, bahkan menyesatkan. Namun faham yang benar akan menuntun kepada ketenangan, keadilan, dan keputusan yang lurus di jalan Allah.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img