KABARLAH.COM, PEKANBARU – Mengisi kegiatan akhir pekan dengan aksi positif, mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), menggelar sosialisasi literasi digital di tengah masyarakat.

Foto :Mahasiswa UMRI sedang membagikan brosur di Stadion Utama.
Kegiatan bertajuk “Saring sebelum Sharing: Menangkal Radikalisme Digital” ini dilaksanakan di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, pada Minggu (04/01/2026).
Aksi sosial ini diinisiasi oleh Kelompok 2 sebagai bagian dari tugas proyek mata kuliah Pancasila yang diampu oleh Ibu Riastri Helmy, M.Pd. Adapun tim pelaksana terdiri dari enam mahasiswa, yakni Rahma Fadhila Putri, Septia Rahmadani, Nur Efni, Linda Puspita, Muhammad Rehan, dan Hilatil Muftazam.
Memanfaatkan momen hari Minggu yang ramai oleh warga yang berolahraga, para mahasiswa tersebut turun langsung membagikan pamflet edukasi berisi panduan menghadapi berita bohong (hoaks). Tidak hanya itu, mereka juga membagikan minuman gratis kepada warga sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah. Para mahasiswa aktif melakukan sesi wawancara dengan berbagai lapisan masyarakat yang ada di lokasi. Tujuannya adalah untuk menggali perspektif warga mengenai dampak penyebaran informasi palsu di media sosial serta kaitannya dengan isu radikalisme.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menjaga persatuan. Hoaks dan radikalisme digital adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa. Melalui wawancara dan sosialisasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan bijak,” ungkap salah satu anggota kelompok di sela-sela kegiatan.
Melalui pendekatan yang humanis dan dialogis, Kelompok 2 PVTE UMRI berharap masyarakat Pekanbaru semakin sadar akan pentingnya memverifikasi kebenaran informasi. Dengan menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing”, diharapkan tercipta lingkungan digital yang sehat, damai, dan bebas dari provokasi radikal.



