KABARLAH.COM, Pekanbaru – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Bela Negara bagi Generasi Z di Lingkungan Masyarakat” di Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP UMRI, yaitu Aldira Novyardi, Tiar Saurmauli Pasaribu, Revita Ardi Ningtyas, Tiara Febrianti, Amelia Febrina Rusdan, dan Delia Cahya Rani.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, serta kesadaran generasi muda, khususnya Generasi Z, akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Melalui diskusi, edukasi literasi digital, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, para peserta diajak untuk berperan aktif sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Semangat bela negara juga diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kerukunan, menyebarkan informasi yang benar, serta berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi nasionalisme dan bela negara dinilai penting mengingat arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki akses luas terhadap berbagai informasi dan budaya dari seluruh dunia. Di satu sisi, hal tersebut memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis rasa cinta tanah air apabila tidak diimbangi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.
Karena itu, diperlukan upaya nyata dan berkelanjutan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme serta semangat bela negara di kalangan Generasi Z, terutama melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung di lingkungan masyarakat.
Penanaman nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan positif, seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, diskusi kebangsaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga gotong royong yang mendorong partisipasi aktif generasi muda.
Selain itu, peran tokoh pemuda, pendidik, tokoh agama, serta aparat pemerintah sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Melalui keteladanan dan pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Berbagai kegiatan edukatif seperti seminar kebangsaan, pelatihan kepemimpinan, lomba bertema nasionalisme, hingga dialog interaktif mengenai peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa di era modern juga dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat semangat kebangsaan.
Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia serta memperkuat komitmen dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, semangat nasionalisme dan bela negara di kalangan Generasi Z diharapkan terus tumbuh dan berkembang.
Generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat akan menjadi aset berharga dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berdaya saing di masa depan.



