BerandaBeritaInternasionalKesultanan Batara Saur Darussalam Apresiasi Anugerah Gelar “Duke/Duque” Prof Pangeran Mohammad Sholeh...

Kesultanan Batara Saur Darussalam Apresiasi Anugerah Gelar “Duke/Duque” Prof Pangeran Mohammad Sholeh Ridwan, Ph.D

spot_img

KABARLAH.COM, Pekanbaru – Datuk Setya Amanah Dewa Negeri, Kesultanan Batara Saur Darussalam, Prof. Dr. Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab, Lc., MM., Ph.D, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas capaian Prof. Pangeran Mohammad Sholeh Ridwan, Ph.D, selaku Datuk Setya Amanah Mangku Bumi Kesultanan Batara Saur Darussalam, yang telah menerima anugerah gelar kehormatan bangsawan “Duke/Duque” dalam kiprah internasionalnya bersama jejaring High Global Partnership of Royal Society International.

Penganugerahan ini dipandang bukan semata simbol kehormatan, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan konsistensi beliau dalam membangun jembatan kerja sama lintas bangsa dan lintas iman.

Kesultanan menilai, kontribusi Prof. Pangeran Mohammad Sholeh Ridwan dalam inisiatif Interfaith Relation bersama Prince Erick Jhovanny Flores menunjukkan komitmen yang nyata untuk memperkuat program-program perdamaian, kemanusiaan, penghormatan martabat dan hak-hak dasar manusia, serta dukungan terhadap agenda global 17 Sustainable Development Goals (SDGs).

Spirit yang dibawa adalah memperluas ruang kolaborasi yang berorientasi pada kesetaraan, solidaritas, dan inklusivitas, sehingga kemitraan antarnegara dan antarkomunitas dapat berjalan lebih konstruktif serta berdampak bagi publik luas.

Atas nama Kesultanan Batara Saur Darussalam, Prof. Dr. Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab menegaskan bahwa misi kemanusiaan dan perdamaian merupakan panggilan moral universal: memuliakan martabat manusia, merawat kehidupan, menguatkan keadilan, dan menghadirkan kemaslahatan bersama.

Karena itu, kerja sama lintas negara yang diletakkan di atas nilai-nilai etika, penghormatan, dan kepedulian sosial dinilai sebagai bagian dari upaya penataan peradaban yang lebih beradab—di mana perbedaan tidak menjadi alasan pertentangan, melainkan sumber kekuatan untuk saling mengenal, saling memahami, dan saling menguatkan.

Dengan fondasi nilai tersebut, Kesultanan berharap capaian ini menjadi inspirasi sekaligus modal diplomasi kebudayaan Indonesia di panggung global—menguatkan citra bangsa dalam ranah royals, diplomacy, dan heraldry of nations, serta memperluas jejaring kemitraan peradaban yang adil dan beradab dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img