KABARLAH.COM, KUANSING- Perpacuan Jalur Rajo Bujang asal Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, melawan Jalur Keramat Jubah Merah asal Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, pada hari keempat putaran pertama hilir ke 25 Pacu Jalur Tradisional Event Nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan, berujung insiden di kawasan pancang finis, Sabtu, 22/8/2026.

Dalam perpacuan tersebut, Jalur Rajo Bujang berhasil keluar sebagai pemenang.
Namun, setelah kedua jalur melewati pancang finis, situasi justru memanas. Haluan Jalur Keramat Jubah Merah disebut menabrak bagian kemudi Jalur Rajo Bujang.
Belum diketahui apakah benturan tersebut terjadi akibat manuver dalam perpacuan atau merupakan tindakan yang disengaja. Hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan panitia dan Dewan Hakim.
Persoalan kemudian disebut berlanjut setelah kedua jalur melewati pancang finis.
Tukang concang (pemacu paling depan ) Jalur Keramat Jubah Merah disebut sempat menarik dan menggoyang bagian selimbayung Jalur Rajo Bujang. Sejumlah anak pacu Keramat Jubah Merah kemudian disebut berhamburan keluar dari jalur dan mengejar anak pacu Rajo Bujang hingga ke tepian kajang di kawasan seberang Taluk.
Situasi tersebut kemudian memicu keributan di sekitar lokasi pancang finis.
Anak Pacu Rajo Bujang Alami Luka di Kepala
Kepala Desa Padang Tanggung, Thambrin, membenarkan adanya anak pacu Rajo Bujang yang mengalami luka pada bagian kepala setelah insiden tersebut.
“Iya, ada yang luka,” kata Thambrin saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.
Dengan adanya konfirmasi tersebut, kondisi anak pacu yang mengalami luka menjadi bagian penting yang perlu menjadi perhatian panitia dan Dewan Hakim.
Sementara itu, informasi mengenai adanya dugaan pelemparan batu ke arah anak pacu Rajo Bujang masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Termasuk memastikan apakah luka di kepala tersebut disebabkan oleh lemparan batu atau akibat lain dalam kericuhan.
Thambrin menyayangkan insiden yang terjadi setelah perpacuan tersebut.
Ia berharap panitia dan Dewan Hakim Pacu Jalur segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah terhadap kejadian yang dinilai telah keluar dari semangat sportivitas pertandingan.
Menurutnya, perpacuan semestinya menjadi ajang adu cepat dan strategi di atas air. Setelah pertandingan berakhir, seluruh pihak seharusnya dapat menerima hasil perlombaan dengan sportif.
Publik Dorong Sanksi Jika Terbukti Melanggar
Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan masyarakat, terutama setelah diketahui adanya anak pacu Rajo Bujang yang mengalami luka di kepala.
Dalam berbagai komentar pada siaran langsung maupun media sosial, sejumlah netizen mendesak panitia memberikan sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya tindakan kekerasan atau pelanggaran aturan yang dilakukan pihak Jalur Keramat Jubah Merah.
Bahkan, sebagian masyarakat mendorong agar Jalur Keramat Jubah Merah diberikan sanksi larangan mengikuti Pacu Jalur Tradisional Event Nasional di Tepian Narosa pada 2027 apabila terbukti melakukan pelanggaran berat.
Desakan tersebut tentu harus tetap dibuktikan melalui mekanisme resmi. Sanksi tidak boleh diberikan hanya berdasarkan tekanan media sosial.
Namun, masyarakat juga memiliki alasan untuk meminta panitia bertindak tegas. Terlebih, terdapat preseden bahwa sanksi terhadap jalur pernah diberlakukan dalam kasus sebelumnya.
Jangan Ada Standar Ganda
Kasus Jalur Siposan Rimbo asal Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, menjadi salah satu pembanding.
Jalur Siposan Rimbo sebelumnya dikenai sanksi larangan berpacu selama satu tahun setelah terjadinya kegaduhan dalam pelaksanaan pacu jalur tahun 2025.
Karena itu, publik kini menunggu apakah aturan akan diberlakukan secara konsisten apabila pemeriksaan terhadap insiden Rajo Bujang dan Keramat Jubah Merah menemukan pelanggaran.
Jika terbukti terjadi kekerasan, masyarakat berharap tidak ada kompromi. Jika tidak terbukti, panitia juga harus berani menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka.
Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar hasil satu kali perpacuan. Yang dipertaruhkan adalah sportivitas dan marwah Pacu Jalur Tradisional Event Nasional Tepian Narosa.
Kemenangan Rajo Bujang seharusnya menjadi akhir dari sebuah perpacuan. Jangan sampai persaingan di atas air justru berlanjut menjadi persoalan di darat.
Kini publik menunggu ketegasan panitia dan Dewan Hakim: apakah insiden ini akan diperiksa secara serius dan, jika terbukti melanggar aturan, apakah sanksi akan benar-benar diberlakukan tanpa pandang bulu?



