KABARLAH.COM – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Meminta kepada Allah adalah tanda bahwa seorang hamba mengenal dirinya: lemah, faqir, terbatas, dan selalu membutuhkan pertolongan Rabbnya. Dalam ruh ajaran Futūḥ al-Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله mengajarkan agar hati tidak bergantung kepada makhluk, tetapi kembali kepada Allah sebagai sumber segala kebaikan.
Allah berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Rabb kalian berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.” QS. Ghāfir: 60.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Doa itu adalah ibadah.”
HR. Abu Dawud dan Tirmidzi
Maka kita boleh meminta semua kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, selama tidak mengandung dosa, kezaliman, atau pemutusan silaturahim.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa seorang hamba senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutus silaturahim. HR. Muslim.
Permintaan paling utama adalah hidayah. Setiap hari kita membaca:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” QS. Al-Fātiḥah: 6
Kita juga meminta ampunan, taubat, rezeki halal, ilmu bermanfaat, kesehatan, keluarga saleh, akhlak mulia, perlindungan dari bala, husnul khatimah, dan surga. Al-Qur’an mengajarkan doa yang sangat lengkap:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيu الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” QS. Al-Baqarah: 201
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar ketika meminta surga, mintalah Firdaus. HR. Bukhari.
Hikmahnya: mintalah dunia secukupnya untuk taat, mintalah akhirat sebagai tujuan, dan mintalah ridha Allah sebagai puncak segala permintaan.
Berdoalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan memaksa Allah. Mintalah dengan harap, lalu ridhalah kepada pilihan-Nya.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



