KABARLAH.COM, PEKANBARU- Melaksanakan kegiatan observasi dan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Bhakti Mufaridun pada 16 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di bawah bimbingan dosen pengampu Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri dari :
1. Sri Wulandari,
2. Zaskia Ramadhani,
3. Wina Adilia,
4. Jovita Larissa Arasmeta,
5. Muhammad Adit Setiyawan Saputro,
6. Muhammad Riski Putra,
7. Tedi Zulhifan
Melalui pendekatan yang berbasis observasi lapangan, mahasiswa tidak hanya menghadirkan edukasi kebangsaan, tetapi juga menawarkan solusi inovatif yang lahir dari identifikasi kebutuhan nyata di lingkungan panti.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim mahasiswa melakukan serangkaian tahapan mulai dari survei lokasi, wawancara dengan pengurus panti, hingga analisis kondisi lingkungan untuk memastikan program yang dijalankan memiliki manfaat yang relevan dan berkelanjutan.
Hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan panti memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan keberadaan nyamuk di sekitar area panti.
Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa menghadirkan inovasi berupa Spray Anti Nyamuk Alami berbahan dasar serai sebagai solusi sederhana namun efektif dan ramah lingkungan.
Sebanyak enam botol spray anti nyamuk diserahkan kepada pihak panti sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan dan kenyamanan lingkungan bagi anak-anak penghuni panti.
Selain menghadirkan inovasi kesehatan, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan edukasi interaktif kepada 15 anak panti menggunakan metode Teams Games Tournament (TGT).
Metode pembelajaran ini dipilih karena mampu menciptakan suasana yang aktif, menyenangkan, sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Materi edukasi yang diberikan mengangkat tema “Bela Negara melalui Inovasi Alam” dan “Makna Simbol Pancasila”. Melalui materi tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk penguatan pembelajaran jangka panjang, mahasiswa turut menyerahkan dan memasang 10 poster edukasi di lingkungan panti.
Poster-poster tersebut memuat berbagai tema penting, seperti nilai-nilai Pancasila, pendidikan karakter, adab sehari-hari, kesehatan lingkungan, bahaya sampah, anti perundungan, serta kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran media edukasi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang terus memberikan manfaat bagi anak-anak panti.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari anak-anak maupun pengurus panti. Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung, sementara inovasi spray anti nyamuk alami dan media edukasi yang diberikan dinilai mampu menjawab kebutuhan yang ada di lingkungan panti.
Pihak pengurus panti menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif mahasiswa UMRI yang tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar. Program tersebut dinilai memberikan pengalaman baru sekaligus manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Informatika UMRI membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang lahirnya inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Kolaborasi antara pendidikan, inovasi, dan nilai-nilai kebangsaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kontribusi generasi muda mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat semangat bela negara melalui aksi yang bermanfaat.



