KABARLAH.COM – Bismillahirraḥmanirraḥim. Di antara kelembutan Allah kepada hamba-Nya adalah Dia sering memberi yang terbaik sebelum hamba mampu memintanya. Kadang hamba tidak tahu apa yang paling ia butuhkan, tetapi Allah telah mencukupkan. Kadang hamba tidak melihat bahaya di depan, tetapi Allah telah menutup jalannya. Kadang hamba mengira satu pintu tertutup sebagai penolakan, padahal itu adalah perlindungan.
Inilah makna “diberi yang terbaik tanpa diminta”. Bukan berarti meninggalkan doa dan ikhtiar. Doa tetap ibadah, ikhtiar tetap kewajiban, musyawarah tetap adab, dan sebab halal tetap harus ditempuh. Namun hati seorang salik tidak boleh memaksa Allah mengikuti sempitnya keinginan diri. Ia belajar berkata: “Ya Allah, berilah aku apa yang Engkau ridai, bukan sekadar apa yang aku mau.”
Allah berfirman:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
QS. Al-Baqarah: 216
Allah juga berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
QS. Aṭ-Ṭalāq: 2–3
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ikatlah untamu, lalu bertawakkallah.”
HR. Tirmidzi
Hikmahnya: tempuhlah sebab, tetapi jangan bergantung kepada sebab. Berdoalah, tetapi jangan memaksa takdir. Bersyukurlah saat diberi, ridhalah saat ditahan, dan percayalah bahwa pilihan Allah selalu lebih luas daripada rencana manusia.
Sebab yang terbaik bukan selalu yang paling kita inginkan, tetapi yang paling mendekatkan kita kepada Allah.
Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.



