KABARLAH.COM, Texas — Kesultanan Batara Saur Darussalam menyampaikan apresiasi atas penandatanganan Perjanjian Perdamaian, Persahabatan, Kerja Sama, dan Pengakuan Timbal Balik (In Perpetua) antara Royal House of Ulster – Kingdom of the Gaels and the Red Hand dan Royal House of Nusantara. Kesepakatan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan persahabatan, diplomasi budaya, serta membuka ruang kerja sama program kemanusiaan dan solidarity interfaith relation yang beradab dan saling menghormati.
Apresiasi disampaikan atas nama Datuk Setya Amanah Dewa Negeri, Kesultanan Batara Saur Darussalam, Prof. Dr. Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab, Ph.D. Menurutnya, perjanjian ini bukan sekadar dokumen seremonial, melainkan kerangka untuk membangun jembatan antarkomunitas melalui nilai perdamaian, martabat manusia, dan pelestarian warisan sejarah.
“MoU ini adalah langkah strategis yang menegaskan bahwa tradisi dan kehormatan dapat menjadi jembatan persahabatan lintas bangsa. Program kerja sama yang berorientasi pada perdamaian dan kemanusiaan adalah kebutuhan zaman,” ujar Prof. Dr. Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab, Ph.D.
Perjanjian tersebut meuat tujuan penguatan relasi persahabatan dan komunikasi diplomatik; pelestarian tradisi dan memori sejarah; dorongan terhadap perdamaian dan saling pengertian, termasuk pemulihan ikatan leluhur (ancestral restoration); serta pengakuan timbal balik atas gelar dan kehormatan secara sah dan bermartabat. Implementasi kerja sama juga mencakup penyelenggaraan festival budaya, pameran, konferensi, pertukaran delegasi, dan proyek bersama yang berfokus pada kegiatan amal, dukungan bagi yang membutuhkan, serta pelestarian sejarah dan budaya.
Datuk Setya Amanah Mangku Bumi, Kesultanan Batara Saur Darusslam, Prof. Dr. Pangeran Mohammad Sholeh Ridwan, Ph.D. menegaskan, kerja sama ini diarahkan agar melahirkan dampak sosial yang nyata.
“Diplomasi kehormatan harus berbuah pada kemanfaatan publik. Kolaborasi lintas komunitas ini diharapkan memperkuat stabilitas, memperluas dialog, dan melahirkan program kemanusiaan yang terukur,” tegasnya.
Prof. Sofyan Siroj, melihat dan menempatkan MoU ini dalam bingkai perdamaian umat dan kerja sama kemanusiaan, seraya meneladani diplomasi Rasulullah ﷺ yang menjalin komunikasi terhormat dengan para penguasa di masanya, termasuk kepada Kaisar Romawi, dengan bahasa yang santun dan pesan kebaikan. “Dalam ranah muamalah, kolaborasi untuk menolong yang lemah dan menjaga perdamaian adalah jalan adab peradaban,” pungkasnya.
Perjanjian ditetapkan, ditandatangani, dan dimeteraikan di Leesville, Texas, pada 26 Februari 2026 (Anno Domini).



