BerandaOpinionRamadhan dan Rindu yang Selalu Pulang Kampung

Ramadhan dan Rindu yang Selalu Pulang Kampung

spot_img

KABARLAH.COM, KUANTAN SINGINGI – Setiap kali Ramadhan datang, yang hadir bukan hanya perubahan waktu makan dan ibadah, tetapi juga gelombang kenangan yang pelan-pelan mengetuk hati.

Ada suasana yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu telah membawa kita jauh dari masa kecil dan kampung halaman. Ramadhan selalu punya cara untuk memanggil pulang ingatan itu.

Di kampung, menyambut Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan. Ia adalah peristiwa bersama. Gotong royong membersihkan masjid menjadi tanda awal kebersamaan.

Anak-anak berlarian setelah pekerjaan selesai, bermain tonggak dingin, sipak kaleng, dan gala-gala hingga senja datang. Tidak ada yang merasa lelah, karena kebersamaan lebih terasa daripada letihnya badan.

Sehari menjelang puasa, tradisi mandi balimau ke Tang Pangian dan Tang Kuantan menjadi penanda bahwa esok kehidupan akan berubah. Rumah-rumah menjadi lebih ramai. Dapur mengepul sejak pagi.

Omak dan kakak serta aman dan etek memasak berbagai hidangan istimewa, seolah-olah hari itu adalah lebaran kecil. Kami menyebutnya rayo kan siang — hari terakhir makan siang sebelum sebulan penuh menahan diri.

Setelah itu, hanya makan malam babuko dan sahur yang akan menemani makan bersama. Maka hari ini rayo kan siang puaskan makan enak dan lemak sekali.

Suasana kampung saat itu begitu hidup. Speaker masjid dan mushalla bergema dengan kasidah, rebana, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Anak-anak mengaji, orang tua berbincang di halaman, dan keluarga dari rantau mulai berdatangan, membawa cerita indahnya kota, membuat kita waktu ternganga ingin berangkat ke kota juga suatu ketika.

Mereka membawa oleh-oleh dari kota — roti kaleng kwan guan dan dodol garut — yang terasa begitu istimewa di tengah sederhanaannya kampung. Di sisi lain, kue sumpirit bakar dan galamai lomak dan lomang bakar tetap menjadi rasa asli yang tak tergantikan.

Di balik semua kenangan itu, ada sosok-sosok yang kini hanya tinggal dalam doa. Bapak yang bekerja di kebun di belakang rumah, sosok ayah yang amanah, tegas, dan penuh kasih sayang, rela berpanas panas di hawah terik matahari demi kebahagian keluarga.

Ramadhan selalu membuat rindu itu terasa lebih dekat. Al-Fatihah untuk Bapak H Abdul Manan, kami semua merindukanmu bapak, srmoga bapak diterima disisiNya. Walaupun bapak telah tiada tetapi nilai dan teladannya tetap hidup dalam setiap langkah kehidupan kami anak anak bapak.

Kini, setelah lebih dari setengah abad perjalanan hidup, Ramadhan datang dengan makna yang berbeda. Bukan lagi sekadar kegembiraan masa kecil, tetapi rasa syukur karena masih diberi nafas, masih diberi kesempatan bertemu bulan suci, dan masih melihat orang tua seorang Ibu yang Allah berikan setetes rasa sayang yang amat suci dan abadi terhadap semua anak anaknya.

Sekarang kasih sayang seorang nenek atau kami sebut tino turun pula ke para cucunya nan ketika cucu balik kampung, sang tino rela berjalan kaki ke pasar jumat yang hanya mencarikan telor ikan demi pesanan seorang cucunya. Semoga Allah jaga kesehatannya.

Kita mulai memahami bahwa yang paling dirindukan dari kampung bukan hanya tempatnya, melainkan rasa kebersamaan, kesederhanaan, dan ketulusan yang dulu mengikat semua orang tanpa jarak.

Marhaban ya Ramadhan 1447 H, selamat berpuasa tahu 2026 ini, semoga menjadi momentum untuk kembali merawat nilai-nilai semua kebersamaan itu.

Jika raga tak selalu bisa pulang kampung, setidaknya hati tetap pulang pada suasana yang sama: saling menyapa, saling memaafkan, dan saling menguatkan dalam ibadah.

Karena pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghidupkan kembali kenangan baik, memperbaiki hubungan, dan mensyukuri kasih sayang Allah yang tak pernah putus bagi kita dan keluarga.

Selamat datang Ramadhan. Semoga setiap rindu menjadi doa, dan setiap doa menemukan jalannya menuju keberkahan. Selamat berpuasa hamba dan keluarga mohon maaf lahir dan bathin.

Mardianto Manan :
Anak Kampung Kenagorian Pangean Kuantan Singingi

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img