KABARLAH.COM, Pekanbaru – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen melaksanakan kegiatan sosialisasi toleransi kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan mengangkat tema Hormati Perbedaan Pendapat dan Keyakinan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam lingkungan instansi maupun di tengah masyarakat yang beragam. Yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Pos Damkar AKAP G93R+44J, Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28292.
Sosialisasi ini diikuti oleh Danru Pos Damkar beserta petugas damkar lainnya yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa yang melaksanakan kegiatan terdiri dari 8 orang yang merupakan Kelompok 5 Mata Kuliah Pancasila, mereka terdiri dari: Elsa Melani Manurung (NIM 230504149), Misyel Febriola (NIM 250304269), Nabila Adelvia (NIM 250304145), Nur Hamidah Simatupang (NIM 250304140), Defi Arunia Riski (NIM 250304134), Aisiya Ismatul Iffah (NIM 250304132), Syahlan Irwanto (NIM 250304133) dan Muhammad Ziqri (NIM 250304143)

Adapun materi yang disampaikan mengenai pentingnya sikap saling menghormati perbedaan pendapat dan keyakinan sebagai bagian dari nilai kemanusiaan. Toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling mendukung, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman latar belakang individu.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi terkait makna toleransi, manfaat menghargai perbedaan, serta dampak positifnya bagi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Materi tersebut disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan relevan dengan kondisi lingkungan instansi pemadam kebakaran.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan petugas damkar. Dalam sesi ini, para peserta saling berbagi pandangan dan pengalaman terkait penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bekerja sama di lingkungan instansi yang menuntut solidaritas dan kekompakan tinggi. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta.
Dalam sesi diskusi tersebut, para petugas Damkar menyampaikan tanggapan yang sangat positif dan antusias terhadap kegiatan sosialisasi ini. Salah satu perwakilan petugas menyampaikan bahwa perbedaan pendapat dan keyakinan merupakan hal yang sudah pasti ada dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan kerja.
Namun demikian, seluruh petugas Damkar selalu menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain, serta menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab bersama.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran petugas damkar akan pentingnya menjunjung tinggi nilai toleransi, tidak hanya di lingkungan kerja tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Mahasiswa berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis, saling menghargai, serta menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.



