KABARLAH.COM, Pekanbaru – Dalam khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Ar Rahman Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, ustadz Karimuddin Nasution mengajak umat Islam untuk terus mempertahankan amalan baik yang telah dilatih selama bulan Ramadan. Ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menahan diri dari perbuatan dosa hendaknya tidak berhenti setelah Ramadan berlalu.
Ustadz Karimuddin Nasution juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan sesama manusia (hablum minannas), terutama kepada kedua orang tua. Momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk bersilaturahim dengan mengunjungi rumah orang tua, keluarga, dan sanak saudara, serta menjalin kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, umat Islam diajak untuk saling memaafkan dengan tulus, menghapus kesalahan dan dosa antar sesama, sehingga kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang bersih.
Ia juga mengingatkan agar tidak menodai kesucian Hari Raya Idul Fitri dengan perbuatan maksiat. Idul Fitri adalah hari kemenangan, sehingga seharusnya diisi dengan hal-hal yang bernilai ibadah dan kebaikan.
Lebih lanjut, ustadz Karimuddin Nasution mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Konsistensi dalam beribadah dan menjaga akhlak mulia menjadi tanda diterimanya amal Ramadan.
“Semoga setelah menjalani ibadah Ramadan, kita semua termasuk orang-orang yang bertakwa dan mampu menjaga keistiqamahan dalam kebaikan,” tutupnya.



