KABARLAH.COM, Pekanbaru – Sejak resmi dilantik pada Februari 2025, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar langsung tancap gas membawa perubahan nyata bagi wajah Kota Pekanbaru.

Dengan visi menjadikan Pekanbaru sebagai kota maju, ramah investasi, dan nyaman dihuni, berbagai terobosan mulai dirasakan masyarakat hanya dalam hitungan bulan.

Agung Nugoho bersama Markarius Anwar terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah yang menjadi keluhan masyarakat Kota Pekanbaru. Dengan membenahi tata kelola sampah dan lingkungan mulai terstruktur.
Upaya pembenahan ini tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga pada penataan sistem yang lebih terstruktur dari hulu hingga hilir.
Sejumlah langkah strategis mulai digerakkan, antara lain penguatan bank sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan, pemilahan sampah sejak dari rumah, serta optimalisasi TPS 3R untuk mengurangi beban TPA.
Terkait, persoalan klasik sampah, Pemko memperkenalkan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan armada angkut, memperbaiki sarana penampungan sampah, serta meningkatkan pengawasan terhadap operasional kebersihan.

Selain aspek teknis, Agung dan Markarius turut memperkuat regulasi dan koordinasi lintas OPD, sehingga alur kerja pengelolaan sampah lebih jelas dan terukur.
Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan, agar kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi gerakan bersama warga.
Berbagai kegiatan kebersihan, penataan ruang terbuka hijau, pembersihan drainase, hingga kampanye pengurangan sampah plastik dilakukan secara konsisten. Hasilnya, penanganan sampah di Pekanbaru mulai lebih tertata dan lingkungan semakin terjaga.
Pemerintah juga mulai melakukan uji coba pemisahan sampah dari sumber, sebuah langkah maju menuju kota yang lebih bersih dan sehat.

Selain itu, duet kepemimpinan Agung Nugroho bersama Markarius Anwar aktif mengedukasi masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, larangan buang sampah sembarangan dan memberikan sanksi jika melanggar serta mengaktifkan gotong royong.
Upaya ini menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola lingkungan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan langkah terencana yang terus berlanjut, Pekanbaru diharapkan menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga. (Adv)



