KABARALAH.COM, Pekanbaru – Setelah resmi dilantik pada Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar langsung tancap gas membawa perubahan nyata bagi wajah Kota Pekanbaru bertuah ini.

Dengan visi menjadikan Pekanbaru sebagai kota maju, ramah investasi, dan nyaman dihuni, berbagai terobosan mulai dirasakan masyarakat hanya dalam hitungan bulan.
Kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat jati diri Kota Pekanbaru.
Salah satu fokus utama mereka adalah pembenahan kawasan Kota Lama yang selama ini menjadi titik sejarah tumbuh kembangnya Pekanbaru.
Penataan ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali identitas budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah.
Berbagai langkah konkret mulai dilakukan, seperti revitalisasi bangunan lama, penataan jalur pedestrian, perbaikan drainase, hingga pemasangan ornamen dan arsitektur bernuansa Melayu pada berbagai titik kawasan.
Tujuannya adalah menghadirkan suasana yang lebih tertib, indah, dan memiliki nilai sejarah yang kuat.

Kini, Kota Pekanbaru mulai dibenahi sehingga menjadi lebih baik, karena dibawah kepemimpinan Agung Nugroho bersama Markarius Anwar memberi perhatian khusus pada kawasan Kota Lama, termasuk revitalisasi ikon budaya seperti Rumah Tuan Kadi, kawasan wisata tepi Sungai Siak, dan lorong-lorong heritage lainnya.
Tidak hanya itu, Agung dan Markarius juga mendorong pengembangan Kota Lama menjadi destinasi wisata budaya. UMKM lokal, kuliner Melayu, seni tradisi, hingga kerajinan khas Riau diberi ruang untuk tumbuh sehingga kawasan ini tidak hanya menjadi ruang heritage, tetapi juga motor ekonomi masyarakat

Kebijakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat karena dianggap mampu mengembalikan karakter Pekanbaru yang selama ini kian tersisih oleh laju modernisasi.
Dengan penataan yang terencana, Kota Lama kini mulai hidup kembali sebagai ruang publik yang berkarakter, nyaman, dan penuh nuansa budaya.
Upaya revitalisasi ini menegaskan tekad Agung Nugroho dan Markarius Anwar untuk menghadirkan Pekanbaru yang tidak hanya maju, tetapi juga memiliki identitas yang kuat sebagai kota berbudaya Melayu.
Upaya ini bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM lokal dan pelaku industri kreatif.
Pekanbaru pun bersiap menjadi kota wisata budaya Melayu yang hidup dan modern. (Adv)



