KABARLAH.COM, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar terus memperkuat sektor ekonomi daerah.
Salah satu fokusnya adalah pendampingan UMKM secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah dan harus menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi kota.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Markarius Anwar menambahkan bahwa dukungan pemerintah bertujuan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu bertumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Pekanbaru.
Pemerintahan Agung Nugroho–Markarius Anwar menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.
Selain memperbaiki infrastruktur, Pemko Pekanbaru juga memperkuat aktivitas ekonomi kerakyatan untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai program pengembangan mulai dijalankan secara terstruktur. Pemerintah memfasilitasi pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran digital, hingga penguatan branding untuk UMKM lokal.
Pendampingan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kunjungan langsung dan mentoring berkelanjutan, sehingga pelaku UMKM dapat mengatasi persoalan usaha secara praktis.

Program Pendampingan UMKM Satu Pintu mempermudah pelaku usaha mendapatkan pelatihan, akses pembiayaan, dan promosi produk.
Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga memastikan bahwa setiap pelaku usaha mendapatkan akses terhadap informasi dan layanan pemerintah secara mudah.

Selain itu, akses permodalan melalui KUR, pembiayaan mikro, serta kolaborasi dengan lembaga keuangan turut diperluas. Pemerintah juga mempermudah proses legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal agar produk UMKM lebih mudah menembus pasar modern dan mengikuti pameran besar.
Kegiatan ekonomi kreatif dan festival kuliner turut digalakkan guna meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Upaya memperluas pasar juga dilakukan dengan melibatkan UMKM dalam berbagai event daerah, expo, dan kegiatan resmi pemerintah.
Produk lokal mulai diperkenalkan ke jaringan yang lebih luas, termasuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pengadaan lokal sehingga perputaran uang tetap berada di Pekanbaru.
Hasilnya, perekonomian daerah tampak lebih bergerak. Banyak UMKM meningkat omzetnya, menambah tenaga kerja, dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin digital. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas UMKM menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Agung Nugroho dan Markarius Anwar untuk menghadirkan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berbasis pada kekuatan masyarakat. (Adv)



