KABARLAH.COM, PEKANBARU- Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau, yaitu Rehanil Azra, Athifah Nur Fadhilah, dan M. Dzaki Aryo, melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMAN 10 Pekanbaru sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia, 21/5/2026.
Kegiatan yang ditujukan kepada siswa kelas XI IPA 4 tersebut mengangkat judul “Penguatan Jiwa Bela Negara melalui Literasi Digital”.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan internet dan media sosial di kalangan remaja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 96,69% pemuda Indonesia telah mengakses internet pada tahun 2025, sementara 88,85% di antaranya menggunakan internet untuk mengakses media sosial.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang sangat dekat dengan arus informasi digital, termasuk informasi yang belum tentu benar atau menyesatkan.
Dalam sosialisasi tersebut, para pemateri menjelaskan pentingnya literasi digital sebagai salah satu bentuk implementasi bela negara di era modern.
Siswa diberikan pemahaman mengenai cara mengenali informasi yang valid, membedakan fakta dan opini, serta pentingnya melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain.Selain itu, dijelaskan pula berbagai dampak negatif disinformasi terhadap kehidupan sosial, persatuan masyarakat, dan ketahanan bangsa.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dengan memberikan tanggapan terhadap berbagai contoh informasi yang sering ditemukan di media sosial.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa sikap kritis dalam menerima informasi merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.
Sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan, tim sosialisasi mengadakan sesi kuis di akhir kegiatan. Kuis tersebut berisi pertanyaan seputar literasi digital, disinformasi, dan nilai-nilai bela negara. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.
Dari hasil kuis tersebut, sebagian besar peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik, yang menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan penting, tetapi juga merupakan salah satu bentuk nyata bela negara dalam menjaga persatuan serta ketahanan bangsa dari berbagai ancaman informasi yang menyesatkan.



