BerandaBeritaMeningkatkan Kepekaan Remaja Terhadap Konsep Bela Negara di Era Digital di SMAN...

Meningkatkan Kepekaan Remaja Terhadap Konsep Bela Negara di Era Digital di SMAN 6 Pekanbaru

spot_img

KABARLAH.COM, PEKANBARU- Sebagai bentuk implementasi pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Meningkatkan Kepekaan Remaja Terhadap Konsep Bela Negara di Era Digital di SMA Negeri 6 Pekanbaru”, Jum’at, 23/5/2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Sri Hartati , S.Pd., M.Pd., dengan tujuan meningkatkan kepekaan generasi muda mengenai konsep bela negara di era digital sekarang ini .

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan yang terdiri atas Muhammad Baiqhal Alqhadu Napitupulu , Fachri Fahlefi , Muhammad Kafi Firzatullah , Muhammad Zapip Rahmat , Muhammad Daffa Yuhra , Fatur Ramadhan .

Sebuah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Riau berhasil merancang strategi inovatif untuk meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda di era digital.

Studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Pekanbaru ini berfokus pada peningkatan kepekaan siswa terhadap konsep bela negara dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai medianya.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan era digital, di mana hasil survei awal menunjukkan mayoritas siswa lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial untuk hiburan daripada mengakses konten edukasi kebangsaan.

Melalui intervensi terstruktur yang berjalan selama dua belas minggu, para siswa dilibatkan dalam program literasi digital kebangsaan, produksi konten kreatif bertema bela negara, hingga kampanye digital anti-hoaks. Hasilnya pun sangat signifikan, di mana pemahaman dan kepekaan bela negara siswa melonjak drastis sebesar 67,3% berdasarkan analisis N-Gain.

Peningkatan positif ini tercatat secara merata pada seluruh dimensi penilaian, mulai dari aspek kognitif, afektif, hingga konatif para siswa.
Meskipun program ini berjalan sukses karena didukung oleh infrastruktur sekolah yang memadai dan antusiasme siswa yang tinggi, tim peneliti mencatat beberapa tantangan yang masih harus dihadapi, seperti ketimpangan akses internet siswa di rumah serta minimnya referensi konten bela negara berbahasa Indonesia yang berkualitas.

Melalui temuan ini, para peneliti menyimpulkan bahwa media digital tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang strategis yang sangat efektif untuk memperkuat identitas nasional remaja di tengah arus globalisasi.

Berdasarkan keberhasilan tersebut, sekolah direkomendasikan untuk mengintegrasikan modul literasi digital kebangsaan ini secara terstruktur ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img