KABARLAH.COM, PEKANBARU– Pada tanggal 29 januari 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bukit Raya secara resmi meluncurkan program Bank Sampah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan kepedulian lingkungan. Program ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan pengelolaan sampah perkotaan.

Dokumentasi Kegiatan Peresmian Bank Sampah
Peresmian Bank Sampah dilaksanakan di lingkungan PCM Bukit Raya, Pekanbaru, dan dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa FEB UMRI, pengurus PCM, serta perwakilan masyarakat setempat. Program ini dirancang tidak hanya sebagai gerakan kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ketua panitia pelaksana, Mizan Asnawi, menyampaikan bahwa Bank Sampah yang diluncurkan merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat hasil kolaborasi UMRI dan PCM Bukit Raya. Ia menjelaskan bahwa sebagian program telah mulai berjalan, termasuk Bank Sampah Sang Surya yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Pegadaian. Melalui skema ini, sampah terpilah yang disetorkan warga dapat dikonversikan menjadi tabungan bernilai ekonomi, bahkan dalam bentuk tabungan emas.
Ketua PCM Bukit Raya, Aidil Haris, dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran Bank Sampah diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan kawasan persyarikatan sebagai pusat pelayanan umat dan aktivitas sosial masyarakat. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat pemberdayaan Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pada isu lingkungan dan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Saidul Amin, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara UMRI dan PCM Bukit Raya. Ia menilai Bank Sampah berbasis ekonomi ini sebagai inovasi strategis yang relevan dengan tantangan lingkungan perkotaan saat ini. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kebersihan, tetapi perlu dikaitkan dengan insentif ekonomi agar mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Kehadiran Bank Sampah ini mencerminkan peran perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Inovasi seperti ini penting untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Dukungan terhadap program Bank Sampah juga disampaikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, menilai penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas sangat dibutuhkan dalam rangka mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui peluncuran Bank Sampah FEB UMRI–PCM Bukit Raya, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan memberikan dampak ganda, baik dari sisi lingkungan melalui pengurangan sampah, maupun dari sisi ekonomi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber nilai tambah bagi warga.




