KABARLAH.COM, PEKANBARU – Dalam upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham radikal, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan edukasi literasi media di SMAN 3 Tapung. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Literasi Media dalam Menangkal Paham Radikal pada Siswa SMA” dan diikuti dengan antusias oleh para siswa serta tenaga pendidik pada Selasa, 16 Desember 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya bersikap kritis dalam menyaring informasi, khususnya di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi melalui media sosial. Mahasiswa UMRI memberikan pemaparan terkait bahaya penyebaran hoaks, propaganda, serta konten bermuatan radikalisme yang kerap menyasar kalangan remaja.
Dalam sesi penyampaian materi, siswa dibekali pengetahuan tentang ciri-ciri konten radikal, cara mengenali informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta pentingnya memverifikasi sumber berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Selain itu, siswa juga diajak memahami nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan sebagai benteng utama dalam menangkal ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Foto Mahasiswa UMRI Bersama Siswa SMAN 3 Tapung
Kegiatan ini tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga melibatkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial yang aman, cara menghadapi provokasi digital, serta peran generasi muda dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Perwakilan mahasiswa UMRI menyampaikan bahwa literasi media merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh pelajar di era modern. Dengan kemampuan berpikir kritis, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna media yang cerdas, tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan, serta mampu menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada paham radikal.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi peserta didik. Menurut pihak SMAN 3 Tapung, kegiatan semacam ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, khususnya dalam menghadapi pengaruh negatif dari dunia digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kemampuan literasi media yang kuat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna media yang aktif, tetapi juga bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat.



