BerandaBeritaMahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Ajak Santri SMA Babussalam Cerdas Bermedsos Demi Merajut...

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Ajak Santri SMA Babussalam Cerdas Bermedsos Demi Merajut Keberagaman

spot_img

KABARLAH.COM, PEKANBARU– Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di SMA Pondok Pesantren Babussalam pada 9 Januari 2026.

Sosialisasi ini juga merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Pancasila yang dibimbing oleh Dedi Azman,S.Pd.,M.Si, menggabungkan dua misi utama: membekali santri agar cerdas bermedsos sekaligus menanamkan semangat untuk merajut keberagaman demi menangkal radikalisme.

Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi

Tema Pertama :
“Cerdas Bermedsos, Tolak Radikalisme”

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital santri serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Dalam era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga berpotensi disalahgunakan sebagai media penyebaran paham radikal dan intoleran.

Dalam pemaparannya, mahasiswa UMRI menjelaskan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang diterima di media sosial, mengenali ciri-ciri konten bermuatan radikalisme, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang mengarah pada kekerasan, ujaran kebencian, dan sikap anti kebinekaan. Santri juga diajak untuk berperan aktif sebagai generasi muda yang mampu menjadi agen perdamaian di ruang digital.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Para santri Pondok Pesantren Babussalam tampak antusias mengikuti sosialisasi dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar penggunaan media sosial yang aman dan sesuai dengan ajaran Islam yaitu rahmatan lil ‘alamin.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap dapat memberikan pemahaman yang berkelanjutan kepada santri agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah positif, pengembangan diri, serta memperkuat nilai moderasi beragama. Sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan radikalisme di era digital.

Tema ke dua :
” Merajut Keberagaman, Menolak Perpecahan “

Tema ini mengupas tuntas pentingnya menjaga kerukunan di tengah kemajemukan bangsa. Mahasiswa Manajemen UMRI mengajak para santri untuk memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan Indonesia yang harus dirajut dengan sikap toleransi agar tidak terjadi perpecahan yang memicu radikalisme.

“Kita tidak ingin egoisme dan intoleransi merusak keutuhan kita sebagai bangsa. Tugas mahasiswa dan pelajar adalah menjadi agen persatuan,” ungkap pemateri dari UMRI.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama antara mahasiswa dan santri untuk selalu mengedepankan musyawarah serta menghargai setiap perbedaan pendapat sebagai upaya nyata menolak bibit-bibit perpecahan di masyarakat.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img