KABARLAH.COM, PEKANBARU– Dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan mahasiswa, dosen Universitas Muhammadiyah Riau melakukan upaya pencegahan kepada mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat melalui tugas project mahasiswa yakni berupa film pendek pada Senin, 05 Januari 2026.
Memberantas radikalisme dan terorisme hingga ke akar-akarnya jelas bukan hal yang mudah. Pengalaman di berbagai negara telah banyak mengajarkan bahwa memberantas radikalisme dan terorisme yang semata hanya mengandalkan pada pendekatan keamanan, ternyata seringkali justru kontra-produktif. Alih-alih aksi terorisme makin menghilang, ketika eksistensi kelompok radikal ini ditekan dan diregulasi melalui jalan yang kaku, ternyata justru memicu tumbuh suburnya pelaku lain yang tak kalah radikal.
Sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Robi Darwis, S.Sos., M.AP selaku dosen pengampu mata kuliah Pancasila tidak hanya memberikan edukasi dan pemahaman yang kompleks mengenai kedua hal ini. Beliau juga memberikan tugas project berupa film pendek guna mengembangkan ide dan kreativitas mahasiswa.
“Apabila mahasiswa memahami terkait radikalisme dan terorisme ini dengan benar, maka mereka akan lebih berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh keduanya. Mahasiswa hendaknya dapat berpikir kritis agar dapat menjaga diri dari pengaruh kedua hal ini. Karena saat ini penyebarannya sangat rentan melalui platform sosial media” ujar Robi Darwis.


Beberapa Poster Film Pendek Mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau
Para mahasiswa tampak antusias dalam pembuatan film pendek yang ditugaskan oleh dosen. Hal ini bisa dilihat dari hasil karya yang ditampilkan oleh mahasiswa yang masuk dalam kategori bagus. Faktanya, setelah memahami tentang radikalisme dan terorisme dengan benar, mereka mampu membuat film pendek kreatif dan informatif.
“Indonesia tidak butuh radikalisme. Indonesia butuh generasi muda yang kritis, terbuka, dan menjaga persatuan” ungkap salah satu mahasiswa dalam klip film pendek.
Dengan terlaksananya project mata kuliah Pancasila berupa film pendek mahasiswa, diharapkan agar karya mahasiswa ini dapat menjadi sumber belajar dan informasi yang akurat tentang dampak dari radikalisme dan terorisme. Sehingga, generasi muda di Indonesia dapat berpikir kritis sebelum bertindak, terutama untuk terjebak dalam radikalisme dan terorisme.



