KABARLAH.COM, SIAK– Mahasiswa KKN-MAs Universitas Muhammadiyah kelompok 46 Desa Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, turut berkontribusi dalam kegiatan sosialisasi bertema “Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental”. Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 2 Sabak Auh, menghadirkan narasumber utama dr. Dwi Wijayanti, M.Sc., Sp.KJ, seorang dokter spesialis kejiwaan, serta Tengku Zulaikha, S.Psi, psikolog yang berpengalaman dalam pendampingan remaja.

Sosialisasi ini mendapat dukungan dari bidan desa dan penanggung jawab (PJ) jiwa Puskesmas Sabak Auh, serta kolaborasi aktif mahasiswa KKN-MAs kelompok 46 yang bertugas menjadi panitia acara. Kehadiran mahasiswa KKN memberi warna tersendiri, karena selain mendukung jalannya acara, mereka juga menjadi penghubung antara narasumber dengan para peserta didik.
Dalam jalannya kegiatan, mahasiswa KKN berperan penting:
Putri Firta Ayu Lestari dari divisi acara bertugas sebagai MC yang memandu jalannya acara dari awal hingga akhir, Muhammad Shabri dipercaya membacakan doa pembuka, Zahra Rahma sukses mencairkan suasana dengan menjadi ice breaker, sementara anggota KKN lainnya aktif membantu bagian teknis, dokumentasi, serta memastikan kelancaran kegiatan hingga selesai.
Dalam pemaparannya, Tengku Zulaikha, S.Psi, menjelaskan bahwa penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan ancaman serius bagi masa depan remaja. Tidak hanya merusak fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kejiwaan. “Remaja adalah generasi penerus bangsa. Jika terjerumus dalam NAPZA, risiko mereka mengalami kecemasan, depresi, hingga gangguan jiwa sangat tinggi. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini melalui edukasi sangatlah penting,” tegasnya.
Sementara itu, dr. Dwi Wijayanti menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental pada remaja. Ia menjelaskan bahwa masalah psikologis sering kali bermula dari hal sederhana seperti tekanan akademik, pergaulan, hingga faktor keluarga. “Kesehatan mental adalah bagian dari kualitas hidup. Kita harus mulai membuka ruang dialog yang sehat, agar remaja merasa aman untuk menceritakan apa yang mereka rasakan,” ungkapnya.
Bidan desa dan PJ jiwa Puskesmas Sabak Auh turut menekankan peran penting fasilitas kesehatan dalam mendukung masyarakat, terutama remaja, untuk mengakses layanan konseling maupun pendampingan medis. Kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA serta peningkatan kesadaran akan kesehatan mental.
Para siswa SMP Negeri 2 Sabak Auh menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. Sesi diskusi berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan seputar NAPZA, cara menghindarinya, serta bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah tekanan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut sangat relevan dengan kehidupan remaja sehari-hari.
Perwakilan mahasiswa KKN-MAs kelompok 46 menyampaikan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. “Keterlibatan kami sebagai panitia bukan hanya sekadar membantu teknis acara, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar lebih sadar akan bahaya NAPZA dan pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujar Ihsan Nursy Ketua Kelompok KKN-Mas kelompok 46.
Melalui kolaborasi antara tenaga profesional kesehatan dan mahasiswa KKN, sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling peduli, mendukung, dan menjaga diri dari ancaman NAPZA serta masalah kesehatan mental.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN-Mas kelompok 46 berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Sabak Permai, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan, sebagai wujud implementasi tema KKN “Green UMKM, Memakmurkan Negeri, Melestarikan Bumi.