KABARLAH.COM, Pekanbaru – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Kota Pekanbaru terus menunjukkan kemajuan dan berbagai pembenahan di sejumlah sektor. Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri serta Pelaksana Tugas Gubernur Riau, terutama terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perbaikan infrastruktur jalan yang semakin baik dan mulus serta sejumlah capaian lainnya.
Wali Kota Agung Nugroho memaparkan capaian kinerja dan upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru selama 1 tahun 4 bulan terakhir, pada Rapat Paripurna HUT ke-242 Kota Pekanbaru yang dipimpin oleh Ketua DPRD Muhammad Isa Lahamid, bertempat di gedung DPRD Pekanbaru.Selasa (23/06/2026).
Rapat Paripurna tersebut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2012-2022 Firdaus – Ayat Cahyadi.
Turut hadir juga sejumlah anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Riau, anggota DPRD Riau daerah pemilihan Pekanbaru, Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru, perwakilan kabupaten/kota di Riau, Wali Kota dan Ketua DPRD Payakumbuh, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan BUMN dan BUMD.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menjelaskan capaian, langkah dan upaya yang telah dilakukan selama 1 tahun 4 bulan terakhir merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada warga Pekanbaru.
“Karena bagi kami, pembangunan bukan sekedar tentang apa yang direncanakan, tapi tentang apa yang telah dikerjakan, sedang diwujudkan, dan yang akan terus disempurnakan ke depan,” ujarnya.
Capaian, langkah dan upaya yang telah dilakukan Agung Nugroho-Markarius Anwar selama memimpin Kota Pekanbaru yaitu:
Pertama, penguatan tata kelola keuangan daerah dan kemandirian fiskal.
Wali Kota Agung Nugroho menerangkan stabilitas keuangan daerah sangat menentukan keberlangsungan pembangunan dan pelayanan kepada warga. Untuk itu, Pemko Pekanbaru melakukan penataan, efisiensi, pengendalian anggaran, serta memperkuat tata kelola pemerintahan agar semakin sehat, transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah, melalui kerjasama semua pihak, berbagai kewajiban yang menjadi beban daerah dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.
Hal itu tak terlepas juga dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dari Rp800 miliar tahun 2024, menjadi Rp1,2 triliun pada tahun 2025 lalu.
“Ini bukan sekedar angka, tapi menjadi cerminan bahwa Pekanbaru sedang bergerak menuju daerah yang semakin mandiri dan semakin mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” tegas Wali Kota Agung Nugroho.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan PAD pun mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Bahkan, Mendagri menyatakan bahwa langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru untuk meningkatkan PAD tanpa membebani warga patut menjadi contoh bagi kabupaten/kota di Indonesia.
Kemudian capaian, langkah dan upaya yang kedua yakni percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan wajah kota.
Agung Nugroho menyebut, kondisi jalan yang rusak merupakan salah satu persoalan yang paling sering dikeluhkan warga karena tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Untuk itu, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama. Terbukti, pada 2025 lalu Pemko Pekanbaru berhasil memperbaiki sepanjang 42 kilometer jalan dengan sistem overlay atau pengaspalan ulang.
“Ini melebih dari target kita awal yang kita tetapkan sepanjang 20 kilometer,” ungkapnya.
Selanjutnya yang ketiga, penguatan pengelolaan persampahan dan lingkungan hidup.
Pemko Pekanbaru sejak 2025 lalu sudah membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Lalu melaksanakan Gerakan Pekanbaru Bersih dan melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di tengah-tengah masyarakat.
Keempat, memperkuat kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru menghadirkan Gerakan Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting. Tercatat, terdapat sebanyak 1.778 anak putus sekolah yang telah dikembalikan ke bangku pendidikan pada 2025.
Sementara untuk Zero Stunting pada tahun 2025 Pemko Pekanbaru berhasil menangani sebanyak 3.000 kasus.
Kelima, memperkuat kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui program nikah massal gratis yang diikuti 71 pasangan, memperluas jangkauan bantuan sosial, serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Keenam, mempercepat transfortasi pelayanan publik dan birokrasi yang melayani dengan menghadirkan Mobil AMAN agar pelayanan administrasi semakin dekat dengan warga.
Pemko Pekanbaru juga menghadirkan proses persetujuan bangunan gedung yang lebih transparan dan akuntabel, menghadirkan internet gratis untuk mendukung akses informasi dan pelayanan publik.
Ketujuh, menyiapkan Pekanbaru sebagai kota masa depan yang modern dan berkelanjutan.
Pada tahun 2026 ini, Pemko Pekanbaru mengambil langkah baru melalui uji coba operasional bus listrik sebagai bagian dari komitmen menuju transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, berbagai upaya dan langkah yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan satu tahun 2026 ini mencapai 7,9 persen yang didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, investasi dan konsumsi warga,” tutupnya.



