KABARLAH.COM, Pekanbaru – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (FK UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pengaruh Pemahaman Wawasan Kebangsaan terhadap Manifestasi Sikap Bela Negara” di SMAS Babussalam Pekanbaru pada Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya wawasan kebangsaan dalam membentuk sikap bela negara.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai wawasan kebangsaan sebagai landasan dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa pemahaman terhadap wawasan kebangsaan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sebagai bentuk nyata sikap bela negara.
Selama sesi materi, peserta didik diberikan berbagai contoh penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik menyadari bahwa bela negara tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar, melainkan dapat dimulai dari perilaku sederhana yang mencerminkan tanggung jawab sebagai warga negara.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan dilanjutkan dengan kuis singkat yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Kuis tersebut bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Para peserta tampak aktif menjawab pertanyaan dan menunjukkan ketertarikan terhadap topik yang dibahas.
Selain itu, sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pendapat terkait wawasan kebangsaan dan bela negara. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya ketertarikan peserta dalam memahami bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula wawancara dengan salah satu guru SMAS Babussalam Pekanbaru, yaitu Ibu Mai. Dalam wawancara tersebut, beliau menyampaikan bahwa secara umum peserta didik kelas XI telah memiliki pemahaman dasar yang cukup baik mengenai konsep wawasan kebangsaan.
Menurutnya, peserta didik umumnya memahami bahwa wawasan kebangsaan berkaitan dengan rasa cinta tanah air, persatuan bangsa, serta penghargaan terhadap keberagaman yang dimiliki Indonesia, meskipun tingkat pemahaman setiap individu tentu berbeda.
Terkait implementasi sikap bela negara di lingkungan sekolah, Ibu Mai menjelaskan bahwa peserta didik dapat menunjukkan sikap tersebut melalui berbagai perilaku positif. Beberapa bentuk yang dapat dilakukan antara lain mengikuti upacara bendera dengan baik, mematuhi tata tertib sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghargai perbedaan latar belakang antar sesama peserta didik.
Beliau juga menyinggung bahwa kehidupan di lingkungan asrama memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan teman-teman yang berasal dari suku dan daerah yang beragamsehingga menjadi sarana pembelajaran mengenai toleransi dan kebersamaan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta didik diharapkan dapat memahami bahwa wawasan kebangsaan memiliki peran penting dalam membentuk sikap bela negara. Semakin baik pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai kebangsaan, semakin besar pula peluang untuk menampilkan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Kegiatan sosialisasi di SMAS Babussalam Pekanbaru berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang positif dari peserta didik maupun pihak sekolah. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya menumbuhkan kesadaran kebangsaan serta memperkuat karakter generasi muda yang memiliki semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air.



