BerandaInspirasiNasehatHikmah: Setiap Kezaliman Ada Ujungnya

Hikmah: Setiap Kezaliman Ada Ujungnya

spot_img

KABARLAH.COM – Ungkapan, “Setiap Fir‘aun pasti memiliki akhir,” adalah pengingat bahwa tidak ada kekuasaan zalim yang abadi. Dalam sejarah, selalu ada manusia yang merasa dirinya paling kuat, paling tinggi, dan paling menentukan nasib orang lain. Namun akhirnya, semua tunduk kepada ketetapan Allah.

Fir‘aun adalah simbol kesombongan kekuasaan. Ia menindas Bani Israil, membunuh anak-anak, memperbudak manusia, dan mengaku sebagai tuhan. Tetapi ketika Allah menetapkan akhir baginya, laut yang ia kira jalan pengejaran justru menjadi tempat kebinasaannya.

Allah berfirman:

“Maka Kami hukum Fir‘aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang zalim.”
QS. Al-Qashash: 40

Ayat ini mengajarkan bahwa kezaliman mungkin tampak kuat di permukaan, tetapi sebenarnya rapuh di hadapan Allah. Orang zalim bisa menunda kehancurannya, tetapi tidak bisa menghapus pertanggungjawabannya.

Allah juga berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menangguhkan mereka sampai hari ketika mata terbelalak.”
QS. Ibrahim: 42

Maka seorang mukmin tidak boleh putus asa melihat kezaliman. Tugas kita adalah tetap berpihak kepada kebenaran, membela yang lemah, menjaga iman, dan tidak ikut menjadi alat kezaliman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah menangguhkan orang zalim. Namun apabila Dia telah menghukumnya, maka Dia tidak akan melepaskannya.”
HR. Bukhari dan Muslim

Hikmahnya: Allah Maha Besar di atas semua penguasa, senjata, harta, dan tipu daya. Ketika manusia sombong berkata, “Aku berkuasa,” iman menjawab, Allahu Akbar. Sebab setiap Fir‘aun ada akhirnya, tetapi keadilan Allah tidak pernah berakhir.

Syekh Sofyan Siroj Abdul Wahab.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img