KABARLAH.COM, Pekanbaru – Konservasi Gajah Sumatera di Riau memerlukan perlindungan satwa dan pemberdayaan masyarakat melalui kampanye edukasi serta praktik agroforestri. Pengembangan fasilitas di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, mendukung ekowisata dan kenyamanan pengunjung sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan siswa tentang pentingnya pelestarian gajah.
Strategi kampanye lingkungan Rimba Satwa bertujuan meningkatkan kesadaran akan upaya konservasi gajah yang semakin mendesak di Riau.
Konservasi satwa liar bertujuan melindungi, mengelola, dan memulihkan populasi hewan di habitatnya. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), yang berstatus terancam punah (Endangered) menurut IUCN, membutuhkan perhatian khusus di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau.
Pendekatan konservasi melibatkan perlindungan habitat, pemberdayaan masyarakat, dan integrasi kebijakan pemerintah. Ekowisata berbasis konservasi menjadi strategi penting, menggabungkan edukasi, pelestarian alam, dan peningkatan ekonomi lokal.
Di Riau, pengembangan ekowisata seperti pengamatan gajah, program edukasi, dan relawan konservasi dapat menjadi daya tarik wisata unggulan. Tahura Sultan Syarif Hasyim, kawasan seluas 6.172 Ha yang meliputi Kabupaten Kampar, Siak, dan Kota Pekanbaru, memiliki potensi besar dalam konservasi dan ekowisata.
Meski fasilitas cukup memadai, perbaikan seperti toilet, parkir, dan atraksi edukasi masih diperlukan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan akan memperkuat perekonomian sekaligus melestarikan ekosistem.

Namun, ancaman seperti illegal logging dan perburuan liar masih terjadi. Penegakan hukum dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Pemanfaatan teknologi seperti kamera trap dan pemantauan satelit juga penting untuk melindungi habitat gajah dan mendeteksi aktivitas ilegal. Kampanye edukasi dan media massa diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian gajah dan manfaatnya secara ekologis serta ekonomis.
Konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Riau merupakan upaya strategis yang tidak hanya bertujuan untuk melindungi spesies yang terancam punah, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi lokal melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi.
Taman Hutan Raya di Provinsi Riau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi gajah. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini tidak hanya dapat melestarikan populasi gajah sumatera, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.
Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ini secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan populasi gajah.
Edukasi masyarakat melalui kampanye lingkungan dan pengembangan fasilitas wisata seperti jalur edukasi, toilet, dan tempat parkir yang memadai akan meningkatkan daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Sumber : Alwi habib Hardanu. & Muhammad Firdaus. (2024). Strategi Kampanye Lingkungan Rimba Satwa dalam Konversi Gajah Sumatra di Provinsi Riau. Universitas Riau. Said Tengku Almer A. (2017). Pengembangan Fasilitas di Konservasi Gajah Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim Kabupaten Siak.
Ditulis oleh : Tim 3



