KABARLAH.COM, Pekanbaru – Pengurus Forum Ayah Provinsi Riau bersama Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau sukses menggelar Training for Trainer (TFT) Forum Ayah Riau 2026 di Aula Lantai 3 Kantor DPW PKS Riau, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema “Pemimpin Keluarga Penggerak Perubahan”, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus Forum Ayah dan Bipeka dari 12 DPD PKS kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis, mendidik generasi, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Forum Ayah Provinsi Riau, H. Ayat Cahyadi, S.Si., M.PWK., dalam pemaparan materinya menegaskan pentingnya membangun ekosistem keluarga yang menempatkan nilai-nilai Islami sebagai landasan utama, khususnya melalui peran aktif seorang ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Riau itu, kehadiran ayah tidak cukup hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi keluarga, tetapi juga harus hadir secara emosional, memberikan perhatian, serta menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk berbagi cerita, menyampaikan pendapat ataupun tempat bertanya.
“Seorang ayah harus mampu membangun kedekatan dengan anak sehingga mereka tidak merasa segan untuk bercerita atau bertanya tentang berbagai informasi yang mereka dapatkan di luar rumah. Dengan begitu, orang tua dapat memberikan pemahaman dan arahan yang benar sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, kewajiban seorang ayah bukan hanya mencari nafkah, melainkan juga terus belajar dan meningkatkan pemahaman agama serta keterampilan dalam mendidik anak. Dengan bekal tersebut, ayah diharapkan mampu membimbing anak menghadapi berbagai tantangan dan menghindarkan mereka dari pengaruh negatif.
Pria lulusan Universitas Riau itu juga mengingatkan bahwa kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak dapat membuat anak mencari tempat bercerita di luar lingkungan keluarga, yang belum tentu memberikan informasi atau nasihat yang tepat.

“Ketika anak tidak memiliki kedekatan dengan orang tuanya, mereka bisa saja mencari tempat bertanya kepada orang lain yang belum tentu memberikan informasi yang benar. Begitu juga dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang saat ini semakin mudah diakses. Informasi dari AI tetap perlu diperiksa dan disaring, tidak bisa diterima begitu saja tanpa pertimbangan,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap Forum Ayah dapat menjadi wadah pembelajaran, penguatan kapasitas, dan kolaborasi bagi para ayah untuk menjalankan perannya secara optimal, baik sebagai pemimpin keluarga, pendidik, maupun teladan bagi anak-anaknya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Riau, Hj. Salmah Murad, S.T., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salmah berharap, melalui TFT ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu meneruskannya kepada para ayah di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, manfaat Forum Ayah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga mengajak para ayah di luar struktur organisasi PKS untuk turut bergabung dan membangun komunitas positif yang berorientasi pada penguatan peran ayah, ketahanan keluarga, serta pendidikan anak.
“Harapannya, Forum Ayah tidak hanya berkembang di lingkungan internal organisasi, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat luas. Kami sebagai ibu-ibu sangat mengapresiasi, dan mengajak para ayah untuk bersama-sama membangun komunitas yang positif, saling belajar, dan saling menguatkan dalam menjalankan peran sebagai pemimpin keluarga,” ungkapnya.
Pada kesempatan turut dihadirkan dua pemateri lainnya yang juga sebagai pengurus Forum Ayah Riau, yaitu H. Khairul Umam, Lc, M.E.Sy dan Mukhsin Nurhasil, S.Si.
Melalui kegiatan TFT Forum Ayah Riau 2026 ini, diharapkan lahir para penggerak yang mampu menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam keluarga, sehingga tercipta keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islami sebagai fondasi bagi lahirnya generasi yang berkualitas.



