KABARLAH.COM, Rangsang Barat — Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rangsang Barat (IPMKRB) turut mengawal pertemuan Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, masyarakat, tokoh masyarakat, dan PLN terkait persoalan pemadaman listrik yang telah berlangsung kurang lebih lima bulan.
Ketua Umum IPMKRB, Anissa Rahmaddini, hadir langsung dalam pertemuan tersebut, mendengarkan penjelasan PLN hingga menyampaikan penegasan kepada Manager PLN pada sesi akhir.
Dalam pertemuan, PLN menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan Rangsang Barat ditargetkan kembali stabil pada 1 September 2026. Namun, PLN juga mengakui bahwa langkah tersebut merupakan solusi jangka pendek, sembari menunggu kedatangan mesin baru sebagai solusi jangka panjang.

Anissa menegaskan, masyarakat sudah terlalu lama menerima persoalan yang sama tanpa kepastian.
«“Kami sudah mendengar penjelasan dan mencatat komitmen PLN. Tapi masyarakat tidak membutuhkan alasan yang terus berulang. Yang dibutuhkan adalah listrik yang benar-benar menyala dan stabil.”»
IPMKRB juga mempertanyakan kejelasan solusi jangka panjang, khususnya terkait mesin baru yang disebutkan PLN.
«“Kalau mesin baru memang menjadi solusi, masyarakat berhak tahu kapan datang, kapan beroperasi, dan kapan persoalan ini benar-benar selesai. Jangan sampai solusi jangka pendek kembali menjadi alasan untuk menunda penyelesaian.”»

Menurut IPMKRB, pemadaman listrik bukan sekadar persoalan penerangan, tetapi telah mengganggu pendidikan, aktivitas ekonomi, komunikasi, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
1 September 2026 kini menjadi titik uji komitmen PLN. IPMKRB akan memantau langsung realisasinya di lapangan. Jika kondisi tidak sesuai dengan komitmen yang disampaikan, IPMKRB akan kembali meminta pertanggungjawaban dan tindak lanjut dari pihak terkait.
IPMKRB menegaskan, pengawalan ini bukan untuk mencari konflik, tetapi memastikan keresahan masyarakat tidak berhenti sebagai bahan rapat dan janji.
Masyarakat sudah lima bulan menunggu. Sekarang waktunya PLN membuktikan, bukan sekadar menjelaskan.



