BerandaBeritaBela Negara di Era Modern: Menumbuhkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air melalui...

Bela Negara di Era Modern: Menumbuhkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air melalui Kegiatan Car Free Day

spot_img

KABARLAH.COM, PEKANBARU- Bela negara di era modern tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat dilakukan melalui partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, pelestarian budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar, Minggu, 21/6/2026.

Anggota Kelompok Mahasiswa :

  1. Dini putri hanifan 230401074

2. Nailaah Althoof 240401184

3. Risda Indriani 240401170

4. ryu arif Katon Wicaksono 240401018

5. Achmad Fauzan Abrar 240401205

6. Alwan Rasyid Muzakky 240401101

7. M Harby Alfarizi 240401253

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru dan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kegiatan Car Free Day menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati berbagai kegiatan yang memperkuat rasa kebersamaan.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan budaya lokal sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai bela negara.

Festival Kue Ketan Talam Durian Meriahkan HUT Kota Pekanbaru

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan Car Free Day kali ini adalah Festival Kue Ketan Talam Durian sepanjang 1,1 kilometer yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan para pelaku UMKM dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-242 Kota Pekanbaru.

Festival tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang hadir. Ribuan warga tampak antusias menikmati kuliner khas daerah yang menjadi salah satu identitas budaya Pekanbaru.

Selain sebagai bentuk hiburan, kegiatan ini juga menjadi upaya pelestarian budaya kuliner lokal sekaligus dukungan terhadap perkembangan UMKM daerah.

Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya yang dimiliki daerahnya.  Rasa bangga terhadap budaya lokal merupakan salah satu bentuk nyata cinta tanah air yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan Masyarakat tentang Budaya dan Generasi Muda

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan salah seorang pengunjung mengenai perkembangan budaya lokal dan peran generasi muda saat ini.

Menurut beliau, generasi muda saat ini memiliki kesempatan yang lebih besar dalam memperoleh pendidikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Kemudahan akses pendidikan memungkinkan anak-anak muda untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tidak hanya dari sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga dari berbagai pengalaman dan lingkungan sekitar.

“Anak-anak muda sekarang memiliki kesempatan belajar yang lebih luas. Mereka bisa mendapatkan ilmu dari sekolah, kampus, maupun dari pengalaman di lapangan.

Kalau dulu, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih dianggap sesuatu yang luar biasa karena kondisi ekonomi masyarakat belum seperti sekarang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa generasi terdahulu lebih banyak memperoleh pembelajaran dari pengalaman hidup, sedangkan generasi saat ini memiliki keunggulan karena dapat menggabungkan pendidikan formal, pengalaman, serta pemahaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan dan Budaya Harus Berjalan Seiring

Menanggapi hasil wawancara tersebut, salah satu mahasiswa yang melakukan observasi menyampaikan bahwa kemudahan akses pendidikan yang dimiliki generasi muda saat ini seharusnya menjadi modal untuk semakin mencintai daerah dan budaya lokal.

“Dari penjelasan yang disampaikan, saya menangkap bahwa generasi muda saat ini memiliki fasilitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, sudah seharusnya generasi sekarang lebih peduli dan mencintai budaya lokal serta lingkungan tempat mereka tinggal,” ujarnya.

Pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, kepedulian sosial, dan rasa bangga terhadap identitas budayanya.

Bela Negara Melalui Pelestarian Budaya

Kegiatan Car Free Day dan Festival Kue Ketan Talam Durian menunjukkan bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai cara sederhana namun bermakna.

Menjaga kebersihan lingkungan, mendukung produk UMKM, melestarikan budaya daerah, serta berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap warga negara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa nasionalisme dan cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga, menghargai, dan melestarikan budaya serta potensi daerah yang dimiliki bangsa Indonesia.

Dengan demikian, semangat bela negara dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang maju, berbudaya, dan berdaya saing.

Oleh Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Riau, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Mata Kuliah Kewarganegaraan Kelas 4A6

Dosen Pengampu: Riastri Helmy, M.Pd.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img